KPU Kendari “Dikeroyok” – FAJAR Sultra
News

KPU Kendari “Dikeroyok”

♦ Giliran Paslon Zayat-Suri yang Protes

KENDARI – Sorotan terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendari terus berdatangan. Setelah Calon Wakil Wali Kota Kendari Haris Andi Surahman yang mengancam akan melaporkan komisioner ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), kini giliran kubu Muhammad Zayat Kaimoeddin­-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Syahriah) yang akan mengadukan komisioner KPU Kendari ke lembaga tersebut.

Tim Pemenangan Zayat Syahriah, LM Bariun mengaku sedang mengumpulkan data agar bisa menyeret komisioner ke DKPP. Mereka menganggap komisioner KPU tidak profesional dalam menyusun data pemilih. Dalam daftar pemilih sementara (DPS), katanya, mereka menemukan 36 ribu pemilih yang berpotensi bermasalah.

“36 ribu itu sudah termasuk data ganda, pemilih di bawah umur, pemilih yang tak punya nomor kartu keluarga dan lain sebagainya,” katanya saat dihubungi via telepon, Rabu (23/11).

Bariun menduga banyaknya pemilih ganda dalam DPS tidak terlepas dari kinerja KPU Kendari yang tak profesional. Pihaknya pun menilai ada unsur pelanggaran yang terstruktur dan masif yang dilakukan KPU.

Lalu kapan komisioner KPU Kendari diadukan ke DKPP? Bariun pun menjawab tegas.

“Kita tunggu dulu 24 November 2016. Ini kan ada evaluasi lagi soal data pemilih dan kita lihat dulu. Kalau tidak ada perubahan, baru kita laporkan ke DKPP,” jelasnya.

Menurutnya, bimbingan teknis (bimtek) petugas pemuktahiran data pemilih (PPDP) yang dilakukan KPU di kecamatan sama sekali tidak punya arti apa-apa. Bahkan hal tersebut justru merugikan negara karena kerja mereka justru tidak profesional.

“Hasil kerjanya (juga) tidak benar. Seharusnya, dengan bimbingan teknis itu mereka bekerja secara profesional dan tidak bekerja seperti sekarang. Kan (PPDP) di bimtek itu menghindari kejadian kejadian seperti sekarang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu (karena masih banyak pemilih ganda),” akunya.

Saat ini, pihaknya sudah berkolaborasi dengan tim pemenangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman untuk bertukaran data tentang data pemilih bermasalah. Meski pasangan Rasak-Haris sudah mengancam akan mengadukan komisioner KPU Kendari ke DKPP, pihaknya pun juga akan melakukan hal yang sama. Hanya saja, mereka harus mengumpulkan data valid terlebih dahulu supaya laporan tersebut tidak sia-sia.

Rasak-Haris sendiri sangat serius akan melaporkan komisioner ke DKPP. Saat ini, mereka sedang melakukan konsolidasi dengan kuasa hukum untuk menyusun laporan yang akan dilayangkan ke DKPP.

“Karena kita tidak mau melapor begitu saja tapi berdasarkan fakta dan bukti bukti yang ditemukan di lapangan. Makanya kita akan kumpulkan kuasa hukum dulu, ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Saat ini, pihaknya sedang mengerahkan relawan agar memasukkan data pemilih yang bermasalah agar bisa disinkronkan dengan temuan mereka sendiri. Setelah difinalisasi, mereka akan memasukkan laporan ke DKPP, Bawaslu RI, KPU RI, Panwaslu Kendari, dan Bawaslu Sultra .

Selain melaporkan soal DPS yang disusun KPU, pihaknya juga akan mengadukan tentang TPS yang membengkak disaat pemilih justru mengalami penurunan.

Ketua KPU Kendari Hayani Imbu sendiri tidak mau lagi mengomentari rencana dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan mengadukan mereka ke DKPP. Menurutnya DPS yang mereka umumkan ke publik masih bisa diperbaiki.

“Mengenai ada pemilih ganda, itu akan diperbaiki. Makanya kenapa DPS itu diumumkan supaya bisa mendapat tanggapan masyarakat,” ujarnya.

Hayani mengatakan DPS yang ditemukan ganda tidak bisa langsung dicoret begitu saja. Soalnya mereka harus melakukan verifikasi terlebih dahulu dan menunggu tanggapan masyarakat.

Tentang bimtek PPDP yang dianggap pemborosan anggaran juga ditanggapi komisioner dua periode itu. Ia mengaku kalau kinerja mereka dalam melakukan bimtek terhadap PPDP sudah maksimal. Dia juga membantah kalau bimtek PPDP merugikan negara.

“Kita laksanakan bimtek kepada PPDP karena memang sudah sesuai ketentuan. Dan bimtek itu ada panduannya dari KPU RI,” jelasnya.

Saat ini, katanya, mereka sedang melakukan penyempurnaan DPS. Karena itu, KPU Kendari terus berkoordinasi dengan PPS dan PPK supaya dalam menyusun DPS hasil perbaikan bisa lebih baik lagi . Sebab data data pemilih itu sebentar lagi akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top