Rp 16 M Dialihkan Tangani Lumpur Teluk Kendari – FAJAR Sultra
News

Rp 16 M Dialihkan Tangani Lumpur Teluk Kendari

KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra turut andil mendukung proyek penyelamatan Teluk Kendari, yang sebelumnya telah digagas dan dimulai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dibawah kepemimpinan Asrun-Musadar.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan penggelontoran anggaran sekitar Rp 16 miliar, yang berasal dari hibah BNPB, untuk Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) pasca bencana banjir 2013 lalu.

Salah satu upaya nyata penyelamatan teluk yang dilakukan Pemkot Kendari, dengan membangun kantong penangkapan lumpur.

Namun BPBD Sultra memanfaatkan anggaran tersebut untuk membangun empat kantong lumpur. Meski sempat terhambat, dikarenakan pemetaan lokasi, namun saat ini pembangunannya telah mencapai 80 persen.

Kepala BPBD Sultra, Boy Ihwansyah mengaku, keterlambatan pembangunan kolam lumpur di Teluk Kendari itu, bukan jadi masalah. Hanya saja, pemetaan dan survei lokasi kembali dilakukan. Pasalnya, penetapan lokasi awal pembangunan, bertepatan dengan lokasi pembangunan pelabuhan tambat labuh yang dibangun Pemkot Kendari.

Kondisi Teluk Kendari sebelum dilakukan pembangunan kantong penangkap lumpur.

KENDARI, 31/5 – SAMPAH LAUT. Sebuah sampan ditambatkan disekitar tumpukan sampah di Teluk Kendari, Senin (30/5). Sampah yang berasal dari limbah pemukiman sekitar teluk Kendari dan limbah yang terbawah sungai yang bermuara di Teluk Kendari tersebut dibiarkan menumpuk disudut-sudut teluk Kendari.

“Tapi alhamdulillah, sudah hampir selesai sekarang pembangunannya, meskipun sempat molor. Kita perkirakan bisa selesai tahun ini juga, apalagi kalau kita lihat sudah tinggal sedikit lagi,” akui mantan Kabid Cipta Karya PU Sultra belum lama ini.

Total pagu anggaran APBN untuk rehabilitasi pasca bencana itu sebesar Rp 17 miliar. Namun, dalam pelaksanaan lelang proyek pembangunan kolam lumpur hanya sebesar Rp 16 miliar. Bahkan lelang proyek pun dilakukan di Biro Layanan Pengadaan (BLP). Sehingga sekitar Rp 1 miliar, daerah mendapatkan efisiensi anggaran.

Dia juga mengaku jika lelang tender pembangunan kolam lumpur tersebut cukup terlambat. Meskipun dirinya hanya menyebutkan, keterlambatkannya disebabkan persoalan teknis, dan harus diulang. Itulah yang salah satu yang menyebabkan minimnya serapan anggaran di instansinya.

“Keterlambatan proyek ini lebih disebabkan persoalan teknis. Makanya, proses lelangnya sempat tertunda. Hal ini disebabkan ada beberapa tahapan yang harus diulang. Karena lokasinya akan dipakai lembaga lain, kami putuskan mengalah dan membuat disampingnya,” kata Boy Ihwansyah.

Saat ini pihaknya belum berencana menambah kolam baru. Jumlah kolam yang ada menurutnya cukup menampung hasil pengerukan. Apalagi Dinas PU dan Pemkot juga mengalokasikan anggaran pembuatan kolam lumpur. Makanya, konten anggaran BPBD diajukan untuk program penanggulangan bencana lainnya. (*/b)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top