SMAN 1 Bentuk Karakter Siswa Lewat Ordibasis – Hacked by TryDee
News

SMAN 1 Bentuk Karakter Siswa Lewat Ordibasis

KENDARI – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari adalah salah satu sekolah yang stakeholdernya sangat mendukung berbagai kegiatan siswa dalam wadah organisasi.

Tak hanya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), namun juga berbagai organisasi di bawah OSIS (Ordibasis) yang diikuti siswa pun disupport secara maksimal.

Dra Zatiar Ihfa

Setidaknya ada sekira 20 ordibasisyang dimiliki salah satu sekolah favorit di Sultra ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kendari Dra Zatiar Ihfa , mengatakan, dengan organisasi-organisasi ini siswa yang memiliki bakat dan minta masing-masing dapat memilih organisasi untuk mengembangkan skill dan kemampuannya pada berbagai kegiatan positif.

Ordibasis yang ada di antaranya Perhimpunan Remaja Islam Smansa (Prisma), Paskibraka, Siswa Pecinta Alam (Sispala), Palang Merah Remaja (PMR), Pelajar Sadar Lingkungan (PSL), Pramuka, Circle English Conversation Club (CECC), Edukasi (E-Robotik), Filateli.

Kemudian ada Marching Band, Komite Kedamaian Sekolah (K2S), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Koperasi siswa (Kopsis), Pers dan Mading (Persma), Sanggar Seni (Sase), Komite Olahraga Siswa Smansa (KOSS), Persik, Gasikka dan terakhir Koperasi Siswa (Kopsis).

“Masing-masing anak kan memiliki bakat. Disitulah (ordibasis) anak-anak menuangkan bakatnya untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang positif dan bermanfaat,” ujarnya, kemarin.

“Sekolah sangat mendukung semua bentuk kegiatan ekskul (ekstrakurikuler) di sekolah. Kegiatan ekskul bisa menumbuhkembangkan minat dan bakat siswa,” terangnya.

Lanjut Zatia, masing-masing ordibasis memiliki ketua. Lalu, setiap ketua membuat program-program kerja. Kegiatan siswa biasanya dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu.

“Melalui kegiatan ekstrakulikuler,sekolah, dapat membentuk karakter kedisiplinan siswa, mengajarkan kejujuran dan rasa tanggung jawab,” ungkapnya.

Dia mengatakan, semua bermuara pada pembentukan karakter, memberikan tanggung jawab pada siswa, memegang amanah dan membentuk jiwa kepemimpinan. Siswa, katanya, juga harus cerdas berbahasa dalam berkomunikasi.

Zatiar Ihfa menambahkan, dengan berorganisasi siswa harus cerdas dalam membagi waktu, tidak ketinggalan di dalam kelas.

“Proses belajar sangat penting, harus ada keseimbangan antara organisasi dan sekolah, harus berjalan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, dengan adanya kegiatan positif di sekolah, siswa-siswi tidak lagi memikirkan kegiatan-kegiatan di lingkungan luar sekolah yang kebanyakan tidak bermanfaat dan juga memiliki pengaruh kuat. (p11/b/alp)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top