Tamu Hotel Wisma Meninggal, Diduga Serangan Jantung – FAJAR Sultra
News

Tamu Hotel Wisma Meninggal, Diduga Serangan Jantung

KENDARI – Tak disangka oleh keluarganya, Marlian (36) warga jalan Tupai, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Kendari barat, ditemukan tak bernayawa di kamar lantai tiga, Wisma Indonesia, di Jalan Cristina M Tiahahu, Lepolepo, Kendari, Rabu (23/11) pukul 15.00 Wita.

Setelah dilakukan visum oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara, terungkap bahwa penyebab kematian korban Marlian, yakni lemas akibat serangan jantung.

Korban ditemukan tak bernyawa di Hotel Wisma Indonesia, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk di visum.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Dokpol Forensik Polda Sultra, Kompol Doktor Mauluddin, melalui Baur Dokpol rumah sakit Byangkara Bripka Rudi Usman, saat dikonfirmasi melalui via ponsel, Kamis (24/11).

Berdasarkan keterangan dokter forensik, kata Rudi, salah satu karyawan swasta tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada jasad korban. Hasil visum luar penyebab korban meninggal dunia karena lemas.

Masih kata Rudi, dari hasil visum juga tidak memperlihatkan bahwa korban meninggal dunia karena menggonsumsi jenis obat atau semacamnya.

“Ia diduga mati lemas atau asfeksia, sehingga menyebabkan gangguan pada jantung. Umpamanya kalau dia meninggal karena mengonsumsi obat itu tidak ditemukan,” katanya.

Selain dilakukan visum Tim Dokter Forensik RS Bhayangkara juga melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap bagian tubuh korban, alhasil pada jantung korban ditemukan mengalami pembesaran.

“Hasil ronsen pada kepala dan bagian dada tidak apa-apa, pada saat kita laiat jantungnya disitu ada pembengkakan,” jelasnya.

Jadi berdasarkan kesmpulan Dokter Forensik, korban meninggal karena lemas akibat penyakit yang dialaminya, bukan karena mengonsumsi obat.

“Kita masih tunggu pihak keluarga kalau mereka mau dioutopsi, kita akan lakukan tindakan itu,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka mengungkapkan atas peristiwa yang dialami oleh korban saat ini pihaknya telah melaksanakan serangkaian proses penyelidikan.

“Kita telah periksa saksi dari keluarga korban maupun pihak hotel,” katanya

Dari hasil pemeriksaan beberapa keluarga korban, lanjut Arya, Marlina tidak memiliki riwayat penyakit jantung mapun penyakit lainnya. Namun keluarga korban tidak bisa memungkiri bahwa korban sering mengonsumsi obat herbal.

Adapun jenis obat herbal yang dikonsumsi oleh korban adalah obat hami agar diberikan momongan secara cepat. Masih kata keluarganya, sejak menikah dengan suaminya tujuh tahun silam korban belum juga memiliki anak.

“Ia mungkin berlebihan minum obat,” kata keluarga korban.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa selam ini korban sudah tidak akur dengan suaminya. Bahkan pasangan suami istri tersebut seringkali bertengkar karena persoalan sampai sekarang juga belum ada momongan selama menjalani bertahun-tahun pernikahan mereka.

“Saksi yang kita mintai keterangannya untuk menyamakan informasi yang kita dapatkan diluar seperti bukti CCTV yakni karyawan wisma yang bertugas sebagai resepsionis yang melayani korban untuk memesan kamar, adik korban, suami korban, dan beberapa kelaurga korban lainnya,” tutupnya.(p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top