Ribuan Pemilih Disurati – FAJAR Sultra
News

Ribuan Pemilih Disurati

KENDARI – Banyaknya warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dalam daftar pemilih sementara (DPS) membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendari mengambil sikap. Saat ini, mereka sudah menyurati ribuan pemilih agar segera mengurus e-KTP atau surat keterangan kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Dari data DPS, terdapat 9.483 pemilih yang belum memiliki e-KTP.

“Makanya data pemilih itu kita bawa ke Disdukcapil. Jadi kalau yang sudah ada e-KTP-nya langsung kita sesuaikan. Tapi kalau yang tidak ada e-KTP-nya, langsung kita surati. Saya belum tahu berapa jumlah pastinya pemilih yang disurati, mungkin sekira enam ribuan,” aku Ketua KPU Kendari Hayani Imbu saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Pemilih tersebut, katanya disurati langsung Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dalam surat tersebut, mereka mempersilakan kepada pemilih agar segera mengurus KTP elektronik atau surat keterangan kependudukan di Disdukcapil.

“Kalau sudah ada, pemilih bisa memasukkan e-KTP atau surat keterangan kependudukan ke PPS paling lambat 27 November 2016 supaya bisa tetap dimasukkan dalam daftar pemilih. Kenapa harus sampai tanggal itu? Karena pleno (DPS hasil perbaikan) di PPS paling lambat 27 November,” katanya.

Nantinya apabila pemilih tidak membawa e-KTP atau surat keterangan kependudukannya ke PPS maka KPU akan menunggu surat tersebut paling lambat 4 Desember.

“Kalau 4 Desember 2016 mereka tidak bawa lagi maka kita akan coret mereka dalam daftar pemilih. Jadi bolanya sekarang ada di masyarakat. Karena KPU kan sudah menyurati. Dan tidak mungkin KPU yang mau urus e-KTP mereka dan surat keterangan kependudukan. Makanya kita surati supaya segera mengurus itu,” jelasnya.

Menurutnya pemilih yang dicoret dalam daftar pemilih nanti bukan berarti mereka tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada saat hari H. Yang jelas, ketika daftar pemilih tetap (DPT) ditetapkan lalu warga tersebut baru mengantongi e-KTP atau surat keterangan kependudukan dari Disdukcapil maka warga tersebut bisa memilih.

“Tapi perlakuan mereka lain. Sebab memilihnya nanti di atas jam 12,” pungkasnya. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top