Siap Dirikan Panti Asuhan Khusus Fakir Miskin – FAJAR Sultra
News

Siap Dirikan Panti Asuhan Khusus Fakir Miskin

♦ Pengajian Akbar di HUT Darul Ulum Nahdlatul Wathan

EKSISTENSI pesantren saat ini sangat dibutuhkan dalam pendidikan Indonesia. Era modern pun menuntut pesantren terus melakukan inovasi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Salah satu pesantren di Sultra yang telah menghasilkan banyak lulusan adalah Darul Ulum Nahdlatul Wathan (DUNW).

Konsistensi terhadap pendidikan keislaman terus diwujudkan. Bahkan dalam waktu dekat ini, NW akan mengembangkan panti asuhan khusus anak yatim dan fakir miskin.

Pengurus Besar NW Dr TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin MA menuturkan, dalam perkembangannya Nahdlatul Wathan menangani tiga jenis amal usaha, yaitu bidang pendidikan, sosial dan dakwah.

Untuk bidang sosial, Nahdlatul Wathan tengah mengembangkan panti asuhan sebagai wadah yang diperuntukan untuk anak yatim dan fakir miskin khususnya yang berada di pondok pesantren NW. “Ini wujud kepedulian kami dalam bidang sosial,” ucapnya.

Pengajian sebagai peringatan HUT pesantren Darul Ulum Nahdatul Watan, di Desa Bima Maroa, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konsel, Minggu (27/11).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pengajian akbar oleh ribuan santri dalam Hari Ulang Tahun (Hulta) DUNW ke-20, di Desa Bima Maroa, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (27/11).

Di tempat yang sama, Kasubid Pendidikan Pesantren Kemenag RI, DR Ainun Rofiq mengapresiasi kepada pengurus besar Nahdlatul Wathan karena dinilai telah membantu Kementrian Agama RI dalam menciptakan, meningkatkan, mengembangkan dan memperkuat rasa cinta tanah air (hubbul wathan minal iman).

“Ini sudah terbukti dengan nama lembaganya Nahdlatul Wathan dan ini juga sangat jelas bahwa semua pesantren yang bersatul mahad dan bersatul ilmi dengan nama Nahdlatul Wathan semuanya cinta Indonesia,” katanya.

Pimpinan Pondok Darul Ulum Nahdlatul Wathan, Ustadz Jamhuri Karim QH SSosI di Kendari mengatakan, peserta pengajian akbar yang hadir berasal dari berbagai daerah di antaranya dari Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Bombana, dan Buton Utara.

“Ribuan peserta pengajian akbar yang merupakan gabungan dari santri, alumni pondok pesantren serta pengelola lembaga Nahdlatul Wathan ikut meramaikan acara Hari Ulang Tahun Darul Ulum Nahdlatul Wathan yang ke-20,” ungkapnya.

Dalam sambutannya Jamhuri mengakui, dengan usia yang ke-20 tahun ini Nahdlatul Wathan memiliki tantangan dalam mengemban amanah perjuangan melalui pondok pesantren. Namun demikian, kata dia, keteguhan dan prinsip dasar dalam Nahdlatul Wathan, yaitu yakin, ikhlas dan istiqamah selalu di terapkannya untuk mengembangkan dakwah melalui pondok pesantren.

“Tiga prinsip dasar dalam perjuangan Nahdlatul Wathan ini akan selalu menghiasi pondok pesantren Nahdlatul Wathan dan juga para alumni yang ada di Sultra sehingga nilai dan semangat untuk memperjuangkan agama melalui wadah Nahdlatul Wathan selalu bersemayam di hati kita,” ujarnya. (***)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top