Datang Melapor Tie Saranani Langsung Ditahan – Hacked by TryDee
News

Datang Melapor Tie Saranani Langsung Ditahan

♦ DPO Selama Setahun

KENDARI – Penyidik Subdit Ekonomi Khusus Direskrimsus Polda Sultra secara resmi kembali menahan Titing Suryana Saranani atau Tie Saranani (41) sebagai tersangka, kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial group Facebook, atas pelapor anggota Panwaslu Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat saat itu.

Tie Saranani sebelumnya sudah pernah ditahan diawal-awal kasus hukumnya berjalan pada Oktober 2014, lalu bebas setelah menang di pra pradilan Kendari. Polda Sultra kemudian kembali menetapkan Tie sebagai DPO pada pertengahan 2015, setelah satu tahun “melarikan diri” Senin kemarin dirinya resmi ditahan.

Titing Saranani (tengah) menebar senyum kepada wartawan, usai meninggalkan ruang pemeriksaan Kejati Sultra. Dirinya kemudian digiring ke Kejari Kendari sebelum dibawa di Rutan Klas IIA Kendari. Senin (28/11). Dirinya ditahan atas kasus pencemaran nama baik di media sosial.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh, Titing ditetapkan dalam Daftar Pencarian orang (DPO) sejak pertengahan tahun 2015. Saat itu ia melarikan diri setelah menang di pra peradilan negeri Kendari. Pada Senin (28/11) tersangka berhasil diciduk langsung di Polda Sultra.

“Ada anggota yang mengintai tersangka di Kelurahan Korumba, Mandonga, merasa terusik dengan keberadaan Polisi yang mengejar-ngejar dia, ia menuju Polda melaporkan Polisi tersebut, di Polda Sultra tersangka langsung diserahkan kepada penyidik yang menangani kasusnya, karena yang bersangkutan telah masuk dalam DPO,” jelas Dolfi, Senin (28/11).

Tie sendiri saat ditahan dalam kasus tersebut, setelah Polda Sultra menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dimana dirinya dilaporkan ke polisi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Bombana La Ode Rahmat karena dituding membuat tulisan yang menghinanya di jejaring sosial Facebook.

Dalam Facebook tersebut, Titing menyebut La Ode Rahmat sebagai gigolo.

Sayangnya, saat pelimpahan berkas tahap dua pada pertengahan tahun 2015, yang bersangkutan menang dalam pra peradilan di Pengadilan Negeri Kendari atas kasus yang menimpa dirinya.

Namun Kepolisian kembali menetapkan sprindik baru bahwa mantan calon Anggota DPD RI itu terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, tepatnya ia melanggar undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 dan pasal 32 tahun 2008 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Saat ini, berkas yang bersankutan sudah masuk ditahap dua, “Tersangka juga sudah ditahan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sultra,” kata Dolfi.

Ditempat tepisah, Kasi TPUL Kejati Sultra Syahrul Juaksa menuturkan usai diperiksa tim penyidik Polda lalu meningkatkan status menjadi P21. Olehnya itu, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Betul, hari ini kami menerima berkas dan tersangkanya. Kami masih lakukan pemeriksaan ini. Setelah itu kami langsung limpahkan ke Kejari Kendari untuk ditindak lanjuti,” terangnnya.

Tidak menunggu waktu lama, setiba di Kejari Kendari, Titing Saranani yang juga sempat konflik dengan artis Ibu Kota Jakarta itu langsung dibawa ke Rutan Klas IIA Kendari.

“Kami langsung lakukan penahanan, soalnya sebelumnya tersangka ini kan sudah DPO, makanya kami langsung tahan,” tutup Kasi Intel Kejari Kendari Indara Efendy.

Sementara bertempat di Kejati Sultra Kuasa Hukum Tie Saraani, Ardi Hasim mengungkapkan keberadaanya di Kejati Sultra untuk menyerahka diri, bukan perintah langsug Penyidik Polda Sultra.

“Klien saya ke Polda untuk melaporkan Polisi yang hendak mau tagkap dia ke Propam Polda Sultra. Ternayata langsung diciduk Penyidik,” ungkapnya.

Atas tindakan Kepolisian menahan klienya, ia berencana akan menuntut balik Pihak Polda Sultra. Selain itu ia juga akan melaporkan pemilik akun facebook yang telah menyediakan akun sebagai tempat untuk menghina orang, kepada pihak Kepolisian.

“Kita akan lapor balik ke Polisi terutama pemilik akun facebook Sultra Watch itu, ia menyediakan akun untuk menghina orang,” tutupnya. (p2/a/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top