RSUD Kendari Makin Dikunjungi Warga – FAJAR Sultra
News

RSUD Kendari Makin Dikunjungi Warga

KENDARI – Pembenahan fasilitas RSUD Kota Kendari yang dirasakan makin memadai, ditambah pemberian layanan terbaik, membuat kunjungan pasien ke RSUD Kota Kendari terus bertambah, bahkan pasien yang berkunjung ke rumah sakit Pemerintah Kota Kendari ini berasal dari luar Kota Kendari.

Direktur RSUD Kendari, dr Hj Asridah Mukaddim MKes menuturkan, sejak beroperasi tahun 2008 di kawasan Bumi Praja dua ini, layanan RSUD Kendari bisa dinikmati warga dari luar Kota Kendari.

dr Hj Asridah Mukkadim MKes

“Pasien kita 67 persen dari Kendari, selebihnya berasal dari luar kota Kendari, seperti Konawe Selatan, Konawe Utara, Buton Utara dan Kolaka Utara, hampir dari seluruh Kabupaten di Sultra ini datang berobat di RSUD Kendari, bahkan masih ada pasien yang berasal dari Morowali Propinsi Sulawesi Tengah berobat ke RSUD Kendari,” katanya.

Berdasarkan data kunjungan pasien tahun 2008 berjumlah 25.000 pasien pertahun dan setiap tahun terus bertambah, hingga saat ini sudah mencapai 54.000 pertahun.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien yang berkunjung ke RSUD Kendari terkait sejumlah prestasi yang dimiliki RSUD Kendari seperti penghargaan piagam Citra Pelayanan Prima Tingkat Madya, telah terakreditasi, peningkatan kelas dari type D menjadi type C, Penghargaan Ombudsman RI dengan predikat terhadap standar pelayanan public.

Menjawab tingginya kebutuhan masyarakat tersebut lanjut mantan kepala Puskesmas Poasia ini, pemerintah kota Kendari kini telah menyediakan 139 tempat tidur yang terdiri dari 97 tempat tidur kelas III, 23 tempat tidur kelas II, 17 unit tempat tidur untuk kelas I dan 2 unit kelas VIP.

“Alhamdulillah 16 unit ruangan Kelas I dengan fasilitas VIP sudah diresmikan pak walikota dan belum cukup seminggu setelah diresmikan seluruh ruangan sudah terisi, mudah-mudahan bisa menjawab keluhan dan anggapan masyarakat tentang penolakan pasien karena alasan kamar penuh, peresmian ruangan baru ini juga menambah jumlah tempat tidur” ungkapnya.

Selain layanan maksimal yang diberikan pada pasien kelas I dan VIP, pihak rumah sakit kata Asrida, juga tetap memberikan perhatian pada pasien kelas III.

Jika umumnya ruangan kelas III seharusnya di isi 6-8 orang pasien, maka dirumah sakit ini satu ruangan hanya di isi 1 orang pasien.

Ini dilakukan untuk menjaga privasi pasien dan mengurangi tekanan psikologi karena berkumpul dengan sejumlah penyakit yang berbeda dan menu makanan berbeda sehingga bisa menimbulkan stress dan memperlambat proses penyembuhan. (put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top