BPK Periksa Laporan Keuangan Polda Sultra – Fajar Sultra
News

BPK Periksa Laporan Keuangan Polda Sultra

KENDARI – Berdasarkan undang-undang nomor 15 tahun 2006, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melaksanakan serangkaian pemeriksaan secara interim atas laporan keuangan tahun anggaran 2016, pada seluruh lingkup Kepolisian Negara Republik Indonesia termasuk Polda Sultra.

Untuk pemeriksaan di Polda Sultra dilaksanakan selama 30 hari. Adapun tim BPK yang bertugas di Polda Sultra yakni Thomas Gatot Hendarto SE MSI AK CIA sebagai pengendali teknis dua, Athur Saragi SE AK sebagai Ketua Sub Tim Dua. Selanjutnya, Vera Susanti SE, Hadi Ahadiat, Joko Wasis SE, dan Gatot Aryo Pramono SE AK sebagai anggota tim.

Kapolda dan Wakapolda Sultra menyambut tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, bertempat di Polda Sultra.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, mengatakan tim BPK RI tiba di Mapolda Sultra pada Senin (28/11) pukul 11.00 wita dan disambut langsung oleh Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, bersama pejabat utama Polda sultra.

Dia menjelaskan, setelah itu dilanjutkan dengan taklimat awal pemeriksaan interim BPK atas laporan keuangan polda sultra tahun 2016 di Aula Dhacara polda Sultra. Kegiatan itu dihadiri Kapolda Sultra, Brigjen Pol Drs Agung Sabar Santoso SH MH, Wakapolda Sultra, pejabat utama Polda Sultra, para Pamen Polda Sultra, kapolres jajaran, Kasubbag Renmin Kabagren, dan Kaur Keu Satker jajaran Polda Sultra.

Sedangkan dari tim BPK dihadiri Ketua pengendali Teknis II BPK RI, Ketua Sub Tim II BPK RI beserta TIM.

“Kegiatan pemeriksaan di Polda Sultra tersebut direncanakan selama 10 hari, mulai tanggal 28 Nopember sampai dengan 8 desember 2016,” kata Dolfi.

Masih kata Dolfi, hasil pemeriksaan itu akan disampaikan dan diumumkan langsung oleh Polda Sultra dan BPK secara terbuka melalui media masa dan elektronik. Namun, setelah Tim BPK menyelesaikan dan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan sampai 8 Desember 2016.

Tambah Dolfi, hadirnya Tim Pemeriksaan BPK RI ini berguna untuk mencegah terjadinya kesalahan ataupun penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang dapat dikategorikan sebagai Tipikor, serta untuk memperbaiki kinerja Kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“Bersih itu harus di mulai dari diri sendiri. Seperti halnya Polisi sebagai penegak hukum harus bersih, supaya saat kita bertindak menangani kasus hasilnya dapat berjalan sesuai perintah hukum,” ungkapnya. (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top