Gubernur Murka – FAJAR Sultra
News

Gubernur Murka

KENDARI – Gubernur Sultra Nur Alam dibuat murka, setelah melihat tingkah jajarannya dilingkup ASN Pemprov Sultra yang tidak lagi mempedulikannya, saat memimpin hari jadi Korps ASN atau yang dikenal Korpri ke-45, di pelataran Kantor Gubernur Selasa (29/11).

Saat dirinya memimpin upacara, banyak peserta upacara yang terlihat tidak serius mengikuti upacara atau main-main, tidak sedikit dari mereka yang datang terlambat, bahkah bolak-balik di lapangan upacara.

Parahnya lagi, gubernur masih memimpin upacara, sebahagian PNS sudah meninggalkan lokasi upacara.

Melihat kondisi tersebut, Nur Alam nampak sangat kesal dan tidak tahan melihat kondisi tersebut, dirinya tiba-tiba meminta protokoler menghentikan sejenak pelaksanaan upacara.

Nur Alam kemudian mengungkapkan kekesalannya. Dirinya kesal karena terkesan tidak dianggap. Bagaimana tidak, peserta upacara terlihat gusar dan main-main, serta tidak serius ikut upacara.

“Enak saja jalan-jalan bolak balik ke sana ke mari. Kalau mau jatuh jatuh di situ, atau tidak usah masuk upacara. Kalau tidak sanggup ikut upacara minta pensiun, supaya kita pensiunkan sekarang. Makin hari saudara-saudara makin tidak disiplin,” kesal Nur Alam di depan peserta upacara.

Pelaksanaan upacara akhirnya sempat terhenti beberapa menit. Namun sayangnya, para ASN yang terlanjur meninggalkan tempat upacara, engan kembali kelapangan, mereka juga tampak tak mengindahkan luapan kekesalan gubernur.

Meskipun Satpol PP, sudah mencoba menahan dan mengarahkan pegawai tersebut, agar kembali ke barisan, namun para ASN tetap meninggalkan lokasi upacara.

Selain itu, Nur Alam juga kesal dengan susunan acara pelaksanaan upacara, dimana ada beberapa agenda yang seharusnya tidak masuk dalam acara HUT Korpri, tapi dimasukkan.
Dirinya meminta jika agendanya tidak masuk di dalam keprotokoleran, maka ditempatkan diakhir acara saja.

Ini terjadi saat pertengahan acara pelaksanaan upacara, tiba-tiba masuk agenda susunan acara penyerahan penghargaan kepada pegawai yang mendapat perhargaan dan dan kontingen MTQ Korpri yang meraih juara umum.

“Saya koreksi, karena sudah tidak bisa dibiarkan saja. Kalau memang tidak masuk dalam susunan keprotokoleran, maka harusnya ditempatkan diakhir acara bukan dipertengahan. Setelah barisan diistirahatkan,” tegur Nur Alam.

Usai upacara, Nur Alam enggan diwawancarai, dirinya hanya memberikan isyarat dengan mengangkat tangan, tanda tan mau diwawancara.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekda Pemprov Sultra Lukman Abunawas menilai meraka yang tidak disiplin ikut upacara adalah pegawai yang malas dan bermental tidak disiplin.
Makanya, dia akan melakukan evaluasai terharap kehadiran disetiap SKPD.

Selain itu, menurut dia, pimpinan SKPD-lah yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap bahawannya dalam hal kedisiplinan.

“Itu memang menyangkut mental dan karakter mereka, mau diapakan. Jelas yang keluar dari lapangan upacara itu adalah orang yang biasa malas apel di kantornya,” katanya. (a/*)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top