Perketat Kedatangan WNA di Lokasi Tambang – FAJAR Sultra
News

Perketat Kedatangan WNA di Lokasi Tambang

♦ Tak Miliki Izin Survei, Itu Pelanggaran

KENDARI – Kehadiran warga negara asing di sejumlah daerah terutama di daerah-daerah pertambangan patut diawasi ketat. Sebab kehadiran mereka bisa dipastikan hanya untuk mencari tahu informasi dan data tentang kandungan kekayaan alam di daerah untuk kepentingan mereka. Akibatnya, daerah Sultra hanya menjadi incaran kapitalis pertambangan asing, dan masyarakat hanya jadi penonton.

Demikian hal tersebut dikemukakan Sekretaris Komisi III DPRD Sultra Akalim yang mengaku mengaku geram atas tindakan WNA berkunjung di Sultra dengan modus menggunakan visa wisata, ternyata dilapangan menjalankan aktivitas penelitian ataupun surve lokasi tambang, di desa Marombo Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara oleh Kantor Imigrasi Kelas I Kendari baru-baru ini.

Sekretaris Komisi III H Akalim

“Ini sebuah pelanggaran, dan mesti ditidak tegas,” ujarnya.

Menurutnya, daerah memang memberikan ruang sebesar-besarnya bagi WNA yang hendak berwisata ataupun berinvestasi. Hanya saja jangan melakukan aktivitas tambahan apalagi secara diam-diam melakukan survei lokasi tambang.

Kalaupun survei, kata Akalim, itu boleh-boleh saja, tetapi dilakuakn secara prosedural, harus ada legalitas dan mengantongi izin baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah.

“Kita berikan ruang bagi siapa saja yag hendak berinvestasi, tetapi jangan secara diam-diam dengan menggunakan modus tertentu melakukan aktivitas penelitian,” tegasnya.

Olehya itu, pihaknya meminta kepada pihak Imigrasi, untuk mempertegas pengawasan dan cermat terhadap para WNA yang hendak berkunjung di Sultra. Keberadaan WNA di Sultra harus diperketat legalitasnya, jangan sampai kejadian tersebut terulang lagi.

“Kami juga di DPRD Sultra, mengapresiasi pihak Imigrasi atas keberhasilannya menangkap enam WNA yang secara diam-diam melakukan survey pertambangan, padahal izin masuknya menggunakan modus visa wisata. Ini sebuah pembelajaran dan mesti dipertegas lagi nantinya,” akunya.

Perlu diketahui, keenam WNA asal Tiongkok yang ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, secara keseluruhan bervisa wisata dan tidak memiliki izin meneliti. Mereka, yakni Chen Yulin, Zhou Lifen, Liu Yunping, Huang Qinshui, Shen Xinbao dan Li Xianglie. (p8/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top