SMAN 4 Piloting Literasi Sekolah – FAJAR Sultra
News

SMAN 4 Piloting Literasi Sekolah

KENDARI – SMA Negeri 4 Kendari menjadi salah satu dari dua sekolah di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menjadi piloting Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum memulai pelajaran.

Pepustakaan mini di salah satu kelas yang ada di SMA Negeri 4 Kendari.

Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan dan pembelajaran (penerapannya sesuai dengan Kurikulum 2013).

Gerakan Literasi Sekolah merupakan salah salah satu gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, kearifan lokal, nasional maupun global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta siswa.

Wakasek Bidang Kurikulum SMA Negeri 4 Kendari Suradin Daaba SPd MPd mengungkapkan, seharusnya semua ini adalah kewajiban guru untuk menerapkan budaya literasi. Sejauh ini SMAN 4 telah melakukan literasi menjadi aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari Senin dan Rabu di apel pagi, kami menerapkan program membaca massal selama 15 menit. Kemudian hari Kamis membaca 15 menit di awal pelajaran, hari Jumat membaca massal di lapangan dan terakhir hari Sabtu kembali ke 15 menit membaca di awal pelajaran,” ucapnya.

“Ya, semua dilakukan dalam rangka menumbuhkan budaya literasi pada siswa. Tentunya, semua guru-guru harus ikut terlibat untuk mendukung program ini,” ujarnya, Kamis (2/12).

Selain itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi siswa, di setiap kelas terdapat perpustakaan mini. Di sana terdapat beberapa referensi dan buku-buku yang setiap saat bisa dibaca.

“Saat ini SMA Negeri 4 Kendari telah melakukan pengadaan buku referensi nonfiksi, sekira 400 judul, disetiap judul ada 5 examplar. Itulah yang akan mengisi perpustakaan mini di pojok-pojok bangunan sekolah,” terangnya.

Pihaknya mengharapkan, budaya literasi terus dikembangkan di sekolah dan menjadi aktifitas keseharian bagi para siswa. Tentunya menjadi tugas sekolah bagaimana menyiapkan sarana pendukung untuk mengembangkan budaya literasi.

Baginya, kebiasaan belajar siswa tumbuh dari budaya membaca, ini berdampak pada percepatan peningkatan SDM. Ketika minat baca siswa terus berkembang, anak bisa mengembangkan literasi teknologi, literasi perpustakaan dan literasi multimedia,” ucapnya.

“Melalui kegiatan literasi sekolah, mampu memacu minat baca siswa, bukan hanya kebiasaan membaca hal-hal non fiksi tetapi akan berimbas pada kemampuan membaca pelajarnnya, sehingga kompetensi akan meningkat,” pungkasnya. (*/b)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top