Aksi Damai 212, Sultra Satu Suara – FAJAR Sultra
News

Aksi Damai 212, Sultra Satu Suara

♦ Dukung Proses Hukum Ahok

KENDARI – Di Sultra demo yang bertajuk super damai 212 berjalan dengan damai, tertib dan aman sesuia dengan yang diharapkan oleh Kepolisian Daerah Polda Sultra dan TNI.

Sekitar lima organisasi dari berbagai elemen masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM), Kestauan aksi mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi), Bem Universitas IAIN Kendari dan lainnya.

Aksi yang digelar bersamaan pada Jumat (2/12) itu menuju satu suara menuntut penegakan hukum terhadap “Penistaan agama” Ahok yang saat ini sudah ditetapkan tersangka namun belum ditahan oleh pihak Berwajib. Kasus Ahok sendiri saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan guna diproses di pengadilan.

Sejumlah elemen masyarakat Sulawesi Tenggara melakukan demo yang bertajuk super damai 212, bertempat di pelataran MTQ Kota Kendari dan DPRD Sultra.

Masa aksi yang sebelumnya diprediksi oleh kapolda Sultra sebanyak 150 orang dari berbagai elemen itu melaksanakan demo dimulai setelah shalat Jumat, bertempat di MTQ Kota kendari dan menuju di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sultra. Dikawal ratusan Personil Polisi dari Polda Sultra, Polres Kendari maupun TNI.

Bertempat di DPRD Sultra sejumlah masa aksi menyampaikan beberapa aspirasi serta tuntutannya terkait proses penegakan hukum terhadap tersangka Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki cahya Purnama alias Ahok.

Aspirasi KAMI misalnya, Abdul Ganiru SH selaku Ketua umum menegaskan aksi bela islam jilid tiga kali ini menuntut tegaknya supremasi hukum di Indonesia. Mereka juga menuntut si tersangka penista agama untuk segera diekseskusi dengan seadil-adilnya sesui hukum yang berlaku dalam pasal 156 KUHP dan Undang-undang Nomor 1/PNPS/1965.

Selain itu, Abdul dalam orasinya menyampaikan kepada kejaksaan agung agar segera mengeksekusi tersangka Penista Agama, Ahok.

“Taegakan hukum, tangkap dan tahan ahok,” teriaknya.

Selaku Pengurus Daerah KAMMI Sultra ia meminta kepada semua pihak tidak memberikan informasi miring dan tidak benar kepada masyarakat terkait aksi bela islam ini.

“Hentikan upaya makar dan penggiringan opini yang sangat bertentangan dengan kebhinekaan,” tegasnya.

Sama halnya dengan Keluarga Besar mahasiswa Institut agama Islam Kendari, Ilham Nur Baco selaku jenderal lapangan aksi, setalah mereka mengamati perkembangan situasi dan kondisi keuamatan dan keagamaan semakin hari semakin menghawatirkan terkait dengan pernyataan Ahok, ia mewakili teman-teman seperjuangannya menyampaiakn agar penegakan hukum yang berkeadilan terhadap Ahok dilakukan dengan seadil-adilnya dan profesionel menjunjung supremasi hukum.

“Ahok yang telah dinyatakan tersangka agar segera ditahan, Kejaksaan agung harus segera menjalankan persidangan ahok dengan profesional tampa ada interfensi dari oran-orang di balik Ahok,” cetusnya.

Tak lupa juga Ilham menyerukan agar melalui aksi bela islam jilid tiga ini kita senantiasa menjaga keharmonisan, kerukunan antar umat beragama dan etnis demi keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kemudian masa aksi yang tergabung dalam Konsorsium mahasiswa sultra menggugat dari berbagai organisasi kemahasiwaan Universitas Muhammadiya Kendari (UMK) juga menuntut hal yang sama mendukung proses hukum terhadap tersangka Ahok, yang saat ini kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Harus dilakukan penahanan terhadap Ahok selaku pelaku penistaan agama yang telah dinyatakan dan ditetapkan sebagai tersangka,” sambut Andrial Awo selaku jenderal Lapangan.

Ia juga mengatakan bahwa proses hukum terhadap Ahok harus dijalankan seperti proses hukum yang telah dilakukan para Penista Agama terdahulu.

“Dulu mereka ditahan dandiadili maka perlakuan yang sama juga harus dlakukan terhadap penista agama hari ini,” tegasnya.

Satu hal juga yang ditekankan oleh mereka, mengecam langkah-langka neo-orba Pemerintah yang membungkam dan menghambat demokratisasi, melarang aksi-aksi demonstrasi terhadap kasus penitaan Agama yang menyeret tersangka Ahok.

“Adili orang-orang yang merongrong dan mengancam keutuhan NKRI,” kata Awo.

Mereka juga menyampaikan aspirasi, mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi konstitusi demi menuju Indonesia berdaulat.

“Negara Indonesia adalah negara hukum harus menjadi panglima, bukan sebaliknya tajam kebawah namun tumpul keatas,” tuturnya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menuntut hal yang sama dengan yang lainnya. Bahkan mereka juga menantang seluruh Anggota DPRD Sultra, untuk mengawal proses hukum terhadap tersangka Ahok. Selain itu, mereka menantang Anggota DPRD Sultra, jika kasus Ahok tidak berjalan dengan baik, maka anggota DPRD Sultra agar mogok kerja.

Menerima masa aksi, Ketua Komisi satu LM Taufan berjanji akan menyampaikan aspirasi para pendemo itu langsung ke Pusat. “Proses hukum tengah berjalan, karena sekarang masuk tahap dua, kita bersama akan mengawal ini untuk berjalan dengan keadilan,” katanya.

Sama dengan Rasyid selaku Sekertaris Komisi Dua DPRD Sultra berharap penegakan hukum terhadap kasus yang menyeret tersangka Ahok berjalan dengan seadil-adilnya.

“Kalau ada kasus sebelumnya seperti yang dialami Ahok saat ini, dipenjarakan maka jika terbukti Ahok juga harus mengalami hal yang sama, ditahan,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi Tiga DPRD Sultra, Sukarman, menegaskan agar penegak hukum memproses Ahok secara profesional dan berjalan sesui hukum yang berlaku di Indonesia.

“Hukum harus dijunjung tinggi, seperti kasus Ahok, pada proses hukum nanti tetap adil tidak boleh ada interfensi dari pihak-pihak lain,” kata Sukarman.

Seperti diketahui, demo yang berjuluk Aksi Damai Bela Islam jilid tiga tersebut digelar kembali untuk menuntut pihak penegak hukum menjalankan proses hukum terhadap Ahok yang dianggap menistakan agama. (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top