Ngeri, ASN Massif Ikut Politik Praktis di Pilkada Mubar – FAJAR Sultra
News

Ngeri, ASN Massif Ikut Politik Praktis di Pilkada Mubar

♦ Kepala BKD Muna Memihak ke Calon

KENDARI – Pelibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada bukan barang baru lagi. Hanya saja, sampai saat ini masih sangat sulit untuk dibuktikan secara kasat mata. Namun berbeda halnya di Muna Barat, keterlibatan ASN dalam percaturan politik sudah terang-terangan.

Demikian dikatakan Kepala Ombudsman Sultra, Aksah disela-sela kegiatan Bawaslu yang bertajuk Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada, Rabu 1 Desember 2016.

“Di Mubar pelibatan PNS dalam Pilkada sangat masif,” terangnya.

Temuan Ombdusman lanjutnya, PNS sudah mulai dimobilisasi dari berbagai tempat. Mulai dari PNS yang berasal dari Kendari dan kabupaten Muna sudah dimobilisasi untuk ke Mubar, mendukung calon tertentu.

“Saat ini baru ada satu calon yang teridentifikasi melibatkan PNS dalam Pilkada Mubar,” ucapnya.

Bahkan, bukan hanya melibatkan PNS, tapi mereka juga sudah memiliki rancangan untuk melibatkan mahasiswa. Caranya, kata Aksah, mahasiswa dipulangkan dengan diberikan uang saku, saat pulang diminta mempengaruhi pemilih.

Aksah mengatakan, yang paling massif melakukan politik praktis yakni ASN dari kabupaten induk, Muna. Pasalnya letak geografis yang begitu dekat membuat mereka leluasa mengunjungi sanak saudara yang ada di Mubar.

Hal itu tambah lagi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muna, yang terang-terangan mendukung pasangan calon tertentu.

Aksah mengaku, dalam group media sosial Mubar yakni Mubarwatch, Kepala BKD terlibat mendukung pasangan calon. Pihaknya sendiri, sejauh ini sudah mendokumentasikan keterlibatan ASN.

“Nanti kami akan menyerahkan, bukti-bukti ke Bawaslu. Kalau bisa diproses secepatnya,” ujarnya.

Aksah mengaku kesal dengan perlakuan seperti itu, pasalnya UU tentang ASN sudah sangat jelas melarang keterlibatan PNS dalam setiap momen politik. Dikatakanya, UU yang sudah dibuat pemerintah, terkesan diinjak-injak dan tidak ada nilainya.

“BKD Muna terang-terangan, ada media di muna barat, bukan nama palsu, kami sudah mendokumentasikan untuk diserahkan ke Bawaslu, minimal ada upaya, terkesan UU di injak-injak seakan tidak ada nilainya. Ini kan kurang bagus, ada UU ASn tapi tidak dipatuhi. Bahkan terkesan tidak ada nilainya,” tutupnya. (p4/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top