Siap Buka Ruang Diskusi untuk Bangun UHO – Fajar Sultra
News

Siap Buka Ruang Diskusi untuk Bangun UHO

SETELAH beberapa hari terjadi kekosongan jabatan di UHO, kini rektor UHO yang baru hasil penunjukan Menristekdikti telah resmi datang berkantor mengawali masa kerjanya menjadi orang nomor satu di lingkungan Universitas Halu Oleo Kendari.

Prof. Supriadi Rustad ditunjuk menteri sebagai pelaksana Rektor UHO pada tanggal 24 November 2016, setelah berakhirnya masa jabatan Rektor UHO dua periode Prof Usman Rianse pada tanggal 23 November lalu, Supriadi Rustad mulai berkantor sejak 1 Desember 2016 ini.

Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Supriadi Rustad

Mengawali kerjanya di kampus kebanggaan sekaligus terbesar Provinsi Sultra ini, tentu banyak pihak yang sudah lama menanti kehadirannya. Sebab masa jabatan rektor sebelumnya ditutup dengan adanya problema kepemimpinan.

Kehadiriannya diharapan bisa menyelesaikan berbagai masalah yang tengah melilit kampus tersebut, terutama pada puncaknya, polemik pemilihan rektor UHO.

Supriadi mengatakan, kedatangannya di UHO semata-mata untuk memastikan pelayanan akademik di UHO tetap berjalan dengan baik, dan membangun komunikasi dengan seluruh elemen birokrasi yang ada di UHO ini.

Selain itu, dirinya juga ingin bertemu langsung dengan adik-adik mahasiswa, begitu juga dengan para calon-calon rektor yang sudah mencalonkan baru-baru ini.

“Siapa saja yang merasa berkepentingan dengan UHO, ingin shareing tentang UHO. Saya membuka ruang diskusi untuk membicarakan tentang kebaikan UHO kedepannya. Sampai malampun, Insaallah saya akan melayani, saya membuka ruang diskusi untuk membangun UHO sehingga lebih maju lagi,” ucapnya.

Supriadi juga menjelaskan, kedatangannya di UHO, dirinya sudah pasti akan mengumpulkan semua informasi dan data-data yang ada di UHO, yang nantinya bisa dijadikan kebijakan atau rekomendasi di Kemenristekdikti. Sehingga Kemenristekdikti bisa lebih mengerti tentang UHO.

“Terkait dengan permasalahan Pemilihan Rektor (Pilrek), semua akan ditinjau ulang. Jika ada yang menyimpan, maka kita coba luruskan lagi. Jika ada hal-hal yang kurang baik, maka kita arahkan ke hal-hal yang baik, sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan memperhatikan Statuta UHO, dan kami juga dilengkapi dari Instrumen Inspektorat dan Biro Hukum Organisasi,” urainya.

Supriadi menambahkan, untuk mendapatkan rektor definitif, pihaknya akan bekerja cepat dan tidak ada maksud untuk memperlambat atau menunda-nunda pemilihan rektor. Namun harus diklarifikasi kembali tentang keanggotaan senat, setelah klop semuanya baru diagendakan pemilihan rektor definitif.

“Tentang adanya isu, bahwa kedatangan saya di UHO, memihak pada salah satu calon Rektor, itu tidak betul. Kami ditugaskan untuk memastikan bahwa pelayanan akademik itu berjalan sesuai dengan biasanya, tidak boleh ada yang terhambat dan memastikan seluruh data-data tentang Pilrek, tetap utuh dan bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Supriadi mengharapkan, pihaknya dapat menghimpun data tentang Pilrek, kemudian mengkoordinasikan data tersebut kepada kemenristekdikti untuk segera ditindaklanjuti, demi tercapainya Rektor yang definitif.

Sementara itu, kedatangannya di UHO langsung disambut, ditandai dengan mengembalian mobil dinas sebanyak empat unit dari mantan Rektor UHO Prof Usman Rianse, yang kemudian diserahkan kepada Plt Rektor yang baru.

Keempat mobil yang telah dikembalikan masing-masing DT 10, DT 10 F, DT 101 dan DT 143. “DT 10 mobil rektor sejak kepemimpinan Soleh Salahuddin, DT 10 F mobil operasional lapangan Rektor, DT 101 mobil dharma wanita, dan DT 143 UPT Kearsipan,” ungkap Usman dihadapan awak wartawan, Kamis (1/12).

Keempat unit mobil dinas tersebut nantinya akan disalurkan melalui Wakil Rektor II. Menurut Prof Usman, setelah selesai jabatan yang diembannya selama 8 tahun 16 hari, segala fasilitas dikembalikan termasuk rumah jabatan.

“Rumah jabatan sudah diserahkan semuanya termasuk dokumen-dokumen tentang UHO juga akan diserahkan seluruhnya,” katanya.

Melalui momentum ini, mantan Rektor dua periode ini juga mengajak baik alumni maupun yang bukan alumni UHO, namun masih berada di UHO untuk bisa bersama-sama merawat kampus.

“Jangan karena kepentingan individu-individu, sehingga kita selalu bertentangan dengan kebijakan di pusat. Mestinya harus disadari bahwa kepentingan yang paling besar adalah kepentingan UHO yang dilandasi dengan pikiran yang positif,” imbuhnya. (p3-p9/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top