2017, Ratusan Miliar Dialokasikan untuk Desa – FAJAR Sultra
News

2017, Ratusan Miliar Dialokasikan untuk Desa

ANDOOLO – Tahun 2017 alokasi anggaran untuk desa di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mencapai ratusan miliar. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga ST MM kepada wartawan disela-sela pembahasan anggaran APBD tahun 2017.

Menurut Surunuddin, proyeksi APBD Konsel tahun 2017 sejalan dengan RPJMD kabupaten lima tahun mendatang. Dimana lanjut dia, fokus pada pembangunan infrastruktur dalam rangka pembangunan desa terpadu utamanya rumah yang tidak layak huni.

“Fokus kita pembangunan infrastruktur dalam rangka pembangunan rumah yang tidak layak huni dan anggarannyapun sinergi antara APBD kabupaten dan anggaran pusat,” papar Surunuddin.

Dia mengatakan sinergitas anggaran tersebut tak lepas dari anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar sepuluh persen.

“Olehnya itu, anggaran untuk mengintervensi pembangunan desa dari APBD Konsel sebesar Rp 22 Miliar ditambah sinergitas dana desa sebesar Rp 200 miliar. Dimana tahun 2017 kita akan melakukan intervensi pembangunan di desa sebanyak 100 desa,” ungkapnya.

Jika dijumlahkan maka dari tahun 2016 intervensi pembangunan desa telah berjalan sebanyak 31 desa dan tahun 2017 sebanyak 100 desa dipastikan lima tahun kedepan pembangunan 336 desa akan merata.

Selain itu, lanjutnya, tak lepas dari peningkatan sektor pertanian. “Utamanya dalam mendorong peningkatan produktifitas pertanian. Seperti peningkatan areal persawahan, serta perbaikan irigasi. Tak hanya itu, pemerintah daerah pula akan menunjang kawasa bibit sapi di Konsel seperti menyiapkan induk atau bibit sapi,” paparnya.

Dia meyakini dengan anggaran Rp 1,2 triliun lebih mampu menuntaskan proyeksi pembangunan setahun yang telah direncanakan.

Sehingga, anggaran yang telah disiapkan menunjang potensi masing-masing wilayah berdasarkan unggulan wilayah perkecamatan ataupun desa di Konsel.

“Misalkan saja perkebunan, perikanan, pertanian, peternakan, pengentasan kemiskinan seperti kawasan rumah kumuh. Sehingga, obyek pembangunan difokuskan pada persoalan yang terdapat di desa. Intervensi pembangunan berdasarkan kebutuhan di desa itu. Misalkan terdapat angka kemiskinan desa yang cukup tinggi maka kita intervensi agar angka itu dapat menurun,” tandas Surunuddin. (ram/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top