Ridwan Kecewa dengan Pembangunan Jalan di Mubar – Fajar Sultra
News

Ridwan Kecewa dengan Pembangunan Jalan di Mubar

KENDARI – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Ridwan mengaku kecewa atas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Muna Barat (Mubar). Kekecewaan tersebut muncul karena kualitas yang dibangun sangat jauh dari perencanaan awal.

Salah satu ruas jalan di Muna Barat yang baru dua bulan digunakan sudah mengalami kerusakan parah. Gambar diambil pada Maret 2016.

“Iya, sangat kecewa dengan pembangunan yang ada di sana,” singkat Ridwan, di Kendari, Sabtu (3/12).

Beberapa waktu lalu, Ridwan mencoba melakukan reses di beberapa daerah di Sultra. Salah satunya Kabupaten Muna Barat. Ridwan menyebut, masyarakat Mubar banyak mengeluhkan jalan yang rusak parah. Padahal jalanan itu dikerjakan pada November 2015. Jalanan rusak parah pada Februari 2016. Saat melihat langsung kondisi jalan itu, Ridwan menemukan aspal jalan yang tebalnya hanya lebih dari 1 cm.

“Saya juga sudah melihat langsung. Saya sendiri juga tidak paham mengapa cepat rusak. Kalau memang perencanaannya Butur Seal mestinya harus sesuai standar Butur Seal. Tapi kita akan selidiki. Kita akan tanya dan minta kepada kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk turun ke Mubar,” ungkap wakil rakyat yang membidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika tersebut.

Tidak hanya itu, mantan Bupati Muna dua periode ini mengatakan, sebagian masyarakat Muna Barat membencinya saat ini. Ridwan menduga kebencian terhadap dirinya berkaitan dengan Pilkada Mubar 2017 mendatang. Bahkan, ada tudingan, Ridwan tidak berkontribusi untuk daerah khususnya Muna Barat.

“Masyarakat di sana seperti ada yang hasut untuk membenci saya. Mereka sampai bilang, saya hanya duduk diam di Jakarta setelah mereka pilih. Padahal dalam dua tahun, mulai 2015 sampai 2016, saya sudah membatu daerah itu dengan menggelontorkan anggara sebesar Rp248 miliar untuk bikin jalan dan jembatan. Harapan saya, agar pembangunan di Mubar bisa lebih cepat. Jangan seperti saya dua periode jadi Bupati Muna dengan wilayah yang sangat luas. Kemudian APBD di awal saya hanya Rp1,7 miliar. Di akhir saya menjabat hanya Rp500 miliar dan DAK sangat minim. Kita mau bangun apa dengan uang begitu,” ungkap anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut.

Selain melakukan penyelidikan atas dugaan kerugian negara, Ridwan juga menyarankan kepada masyarakat Mubar agar lebih cerdas dalam menentukan pilihan politik karena berimbas pada pembangunan daerah itu sendiri. Hal ini untuk menghindari ketidakpuasan atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

“Di sana kan ada momen politik. Masyarakat seharusnya sudah bisa memilah mana yang memiliki visi, memiliki misi, untuk membangun daerah. Bukan hanya mencari keuntungan dalam mengelola pemerintahan jika itu terjadi. Kalau saya secara pribadi dan secara politik sudah menentukan sikap. Ada kader kami dari Golkar yang tampil dan itulah yang layak menurut kami layak untuk memipin Mubar. Punya visi dan punya misi. Memahami sosiokultur masyarakat di sana. Usungan kami juga orang teknik. Bukan dari guru. Jadi, soal kekecewaan seperti yang kita alami saat ini tidak terulang karena yang kami usung orang yang paham soal infrastruktur,” tutupnya.

Terkait jalan rusak sebenarnya juga termuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat Tahun Anggaran 2015 tanggal 30 Juni 2016 lalu. Sejumlah pekerjaan bangunan fisik juga dinilai tidak sesuai dengan bestek yang ada dalam kontrak. BPK juga menyaksikan kerusakan jalan di Mubar yang baru beberapa bulan digunakan sudah mengalami kerusakan yang tercatat pada halaman depalan, 19, 20 dan 21. (p13/b/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top