Wanita Tewas Tanpa Busana – FAJAR Sultra
News

Wanita Tewas Tanpa Busana

15283956_360250627660622_1320425982012819053_n

♦ Identitas Korban Belum Diketahui

KENDARI – Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di Lorong Tinggololi Jalan Banteng Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari, sekitar pukul 11.00 Wita, kemarin, Senin (5/12). Mayat perempuan itu pertama kali ditemukan seorang warga sekitar, Pangulu (65).

Pangulu awalnya mengetahui ada mayat tanpa identitas setelah anjing peliharaannya menggonggong diseberang kali. Ketika itu dia hendak menebang bambu yang tidak jauh dari kali.

Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di Jalan Banteng Lorong Tinggololi Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari, Senin (5/12), sekitar pukul 11.00 Wita.

Mendengar gonggongan itu, Pangulu bergegas menuju lokasi. Disana dia melihat sosok mayat wanita dibalik semak-semak.

“Anjing saya sering mengendus babi, biasa kalau menggonggong lama berarti ada bangkai binatang,” cerita Pangulu.

Saat melewati area kali yang begitu jernih, ia melihat sebuah selimut warna motif orange kembang merah. Kian dekat pandangannya sekitar dua meter dari tempat selimut tersebut, tepatnya diantara semak-semak ia melihat ujung kaki berkulit putih.

Ketika ditemukan, mayat wanita itu dalam kondisi tertelungkup tanpa busana. Sedangkan celana dalam korban sudah berada dibagian paha, terkait diantara akar kayu yang rimbun.

Tanpa berpikir panjang, La Pangulu bergegas melaporkan peristiwa itu ke Ketua RW 10 Kelurahan Rahandouna, Muhammad Taufan. Diapun langsung menghubungi Polsek Poasia.

Sekitar beberapa menit kemudian, petugas Polsek Poasia tiba dilokasi mengamankan area dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 12.30 Wita, tim Inavis dari Polsek Poasia, Polres Kendari dan Polda Sultra melakukan olah TKP.

Pantauan wartawan Rakyat Sultra, dari ujung kepala sampai lutut korban sudah ditutupi kain jilbab hitam milik korban. Posisi korban tertelungkup tanpa menggunakan busana, bagian kepala kearah kali sedangkan kaki bagian atas dengan kemiringan 30 derajat. Polisi menduga korban dibunuh.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sultra menurunkan dua ekor anjing pelacak untuk mengendus sisa-sisa pakaian korban sehingga bisa memudahkan mengungkap pelaku.

Kerumunan warga yang menyaksikan peristiwa itu, tak ada satupun yang bisa mengungkap identitas korban. Sejumlah warga yang coba dimintai keterangan tidak pernah melihat sejak malam dini hari dan Senin pagi ada pergerakan motor atau korban bersama pelaku.

“Malam kemarin hujan, kalau subuh juga kami tak melihat ada motor atau ada orang yang bertengkar disini. Kita juga kaget kone tiba-tiba ada mayat yang ditemukan,” kesaksian salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Umur korban diperkirakan masih berusia muda sekitar 13-14 tahun. Namun, gadis belia itu tidak diketahui dari mana asalnya.

Kapolsek Poasia, Kompol Haeruddin mengungkapkan, dilokasi kejadian pihak kepolisian menemukan satu lembar selimut, satu lembar hijab berwarna hitam, satu buah jarum pentul, satu buah charger handphone dan satu buah pengikat rambut.

Saat ditemukan, jasad korban masih utuh, belum membengkak atau membusuk. Bahkan jasad korban belum sepenuhnya kaku. Pada bagian kelopak mata terlihat memar. Pada bagian bibir dan hidung mengeluarkan darah dan terlihat lebam, yang diduga akibat kekerasan.

Sedangkan pada bagian leher korban terdapat bekas jeratan ‎yang berwarna kemerahan. Pada bagian wajah kiri terdapat beberapa luka gores yang diduga karena korban diterjunkan dari ketinggian kurang lebih dua meter ke dalam semak-semak dan lebih dulu bagian kepal.

“Banyak memar pada wajah korban. Belum diketahui penyebabnya apa, bisa jadi memar tersebut bekas penganiayaan atau pengaruh korban jatuh dari ketinggian,” ungkapnya.

Kapolres Kendari, AKBP Sigit Haryadi melalui Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Yunar HP Sirait mengatakan, penyebab kematian korban masih belum diketahui karena masih dilakukan penyeldikan.

“Kita masih terus selidiki hal ini untuk mengungkap penyebab meninggalnya korban. Kita akan kembangkan terus dari alat bukti maupun sesuai hasil pemeriksaan dokter nanti,” kata Yunar.

Karena identitas korban belum diketahui, Yunar meminta kepada seluruh warga Sultra yang merasa kehilangan anak agar segera melaporkan kepada polisi atau Bhabinkamtibmas setempat.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan Polsek dan Polres terdekat. Kalau ada anaknya yang memiliki ciri-ciri, kulit putih, rambut panjang, umur sekira 13-14 tahun. Silahkan melapor ke pihak berwajib,” imbaunya.

Jenazah korban kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra untuk dilakukan visum. (rst)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top