Dilapor ke Polisi, Ridwan Bae Santai – Fajar Sultra
News

Dilapor ke Polisi, Ridwan Bae Santai

ridwan

Ridwan Bae

RAHA, BKK – Mantan Bupati Muna yang kini menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae dilaporkan oleh tim kuasa hukum LM Rajiun Tumada-Achmad Lamani ke Polres Muna. Ridwan dilaporkan atas dugaan perbuatan tindak pidana pemalsuan surat, menyalahgunakan lambang negara, menyalahgunakan jabatan, dan menyalahgunakan anggaran negara untuk kepentingan politik.

Tak tanggung, oleh tim kuasa hukum Rahmat-Nya Mubar yang diwakili oleh Rusman Malik dan La Ode Almardan Momo, Ridwan Bae diduga melanggar banyak aturan, diantaranya pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP, pasal 54 ayat 2 UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Rusman, pelanggaran tersebut diduga dilakukan Ridwan saat reses pada 11 November 2016 di Aula Pemda. Menurutnya, kegiatan yang menghadirkan para kepala desa, kepala SKPD dan anggota DPRD Mubar itu tidak prosedural. Pasalnya, Ridwan Bae telah melakukan cuti pada tanggal 1 November hingga 12 Februari 2017.

“Kegiatan reses tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai pejabat negara, menggunakam fasilitas negara, dan menggunakan uang negara. Seharusnya itu tidak boleh dilakukan oleh Ridwan Bae karena dia telah memasukkan surat cutinya di KPU. Kita juga sudah melaporkan hal ini di Panwaslu Muna Barat. Namun karena jawaban dari Panwas tidak jelas, maka kami melanjutkan laporan kami di Polres Muna,” tegas Rusman pada sejumlah media di Raha.

Di tempat terpisah Ridwan Bae ketika dikonfirmasi malah menanggapinya dengan santai. “Tidak satupun pelanggaran yang saya lakukan. Tapi saya maklumi atas ketidaktahuan kuasa hukum Rajiun itu. Harusnya kuasa hukum Rajiun paham tentang aturan reses di DPR RI,” tangkisnya.

Menurut dia, di DPR RI ada enam kali reses yang terprogram, lamanya dua minggu dalam sekali reses. “Tapi ada juga reses pribadi para anggota DPR RI yaitu Jumat, Sabtu, Minggu. Ada juga yang namanya kunjungan pribadi, itu semua diatur dalam UU. Nah masalahnya di mana,” tanyanya.

Ketua DPD Golkar Sultra ini mengaku berada di Muna-Muna Barat karena itu merupakan basis konstituennya. “Saya juga punya izin cuti kampaye. Mau saya gunakan atau cuti kampaye itu, bukan urusan. Jadi saya tegaskan bahwa reses yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan izin saya,” kata Ridwan sambil tertawa.

Ketika disinggung dirinya juga dilaporkan ke polisi atas pemalsuan surat cuti oleh kuasa hukum Rahmat-Nya Mubar, lagi-lagi ayah LM Ihsan Taufik ini tertawa. “Pemalsuan surat, berarti saya menandatangani dong. Berarti surat-surat yang dikeluarkan DPR RI itu saya palsukan. Kalau begitu silakan cek di DPR RI sana. Saya perlu ingatkan bahwa semua surat-menyurat yang dikeluarkan DPR RI adalah benar adanya,” tutupnya. (cr1/c/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top