Kementan dan FAO Dukung Pengembangan Sagu – FAJAR Sultra
News

Kementan dan FAO Dukung Pengembangan Sagu

Ist/BKP Sultra
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Sultra, Ir Hermin Parinding (paling kanan), bersama kepala BKP Konawe, Rahmat Akbar, Camat Beselutu dan Dr Prayoga, konsultan bidang pemanfaatan sagu dari IPB, saat sosialisasi sagu di Beselutu, Konawe.

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI-–Pohon Sagu telah dikenal laus di daerah ini, karena menjadi sumber bahan pangan yang telah dikonsumsi secara luas di kalangan masyarakat. Berbagai kuliner berbahan sagu pun telah begitu popular. Hal itu tergambar dari laris manisnya kuliner berbahan sagu di daerah ini.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sultra, Ir Hermin Parinding mengungkapkan, Sagu Sultra merupakan yang terbaik di Indonesia setelah Papua. Olehnya, pemerintah terus berkomitmen untuk mengembangkan sagu, baik dalam hal budidaya sagu maupun dalam proses produksinya.

Saat ini, misalnya, pemerintah melalui Kementrian Pertanian kerjasama organisasi pangan dunia FAO tengah mempromosikan sagu sebagai salah satu makanan alternatif pengganti karbohidrat. “Sultra dipilih sebagai sasaran karena potensi Sagu di Sultra sangat menjanjikan, kearifan lokal masyarakat yang secara turun temurun menkonsumsi sagu serta dukungan pemerintah daerah yang begitu besar pada pemenfaatan dan pengembangan sagu,” kata Hermin Parinding kepada wartawan koran ini.

Melalui promoting Sagu, lanjutnya, kelompok tani pengolah sagu dilatih mulai budidaya sagu hingga proses, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Selama beberapa hari ini kami turun lapangan melatih dan membimbing kelompok tani pengolah sagu di Konawe dan Konsel,” tutur Hermin Parinding.

Salah satu tantangan dalam pengembangan Sagu di Sultra, beber Hermin Parinding, terjadinya alih fungsi lahan sagu untuk peruntukan lain dan pemukiman. Hal lain, sagu Sultra telah diantarpulaukan secara besar-besaran ke Surabaya untuk bahan pangan, farmaka dan kosmetik. Sayangnya, pedagang Surabaya membeli dengan harga yang sangat murah yakni, Rp 100 ribu-Rp. 150 ribu per pohon.

Prof Dr Ir Yulius B Pasolon, Konsultan FAO bidang agronomi, yang juga pakar sagu asal Universitas Halu Oleo terlibat langsung pada kegiatan promosi pemanfaatan sagu di Konsel dan Konawe.

Prof Dr Ir Yulius B Pasolon (kanan), Konsultan FAO bidang agronomi, yang juga pakar sagu asal Universitas Halu Oleo terlibat langsung pada kegiatan promosi pemanfaatan sagu di Konsel dan Konawe.

“Melalui program promoting sagu kerjasama FAO ini diharapkan keuntungan bisa dinikmati petani. Produksi akan meningkat karena petani diberi pemahaman teknik budidaya sagu oleh pakar sagu dari Universitas Halu Oleo dan Institut Pertanian Bogor. Kelompok tani pun akan lebih mumpuni dalam pengolahan tepung sagu kering serta beberapa produk olahan seperti Soun, macaroni sagu dan berbagai jenis kue dari sagu diantaranya, brownis dan bagea dengan rasa yang lebih enak,” kata Hermin Parinding seraya menambahkan FAO juga akan memfasilitas dalam pemasaran. (wal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top