Kolut Bangun SFA Mirip Istana Dongeng – FAJAR Sultra
News

Kolut Bangun SFA Mirip Istana Dongeng

ok-ft-istana-dongeng-Copy-150x150

ok-ft-istana-dongeng-copy

PERTAMA DI DUNIA. Sekretariat Forum Anak Kokekoke, yang dibangun di Lasusua, Kolaka Utara, sebagai bentuk perhatian Pemkab dan pengusaha Kolut dalam tumbuh kembang anak. Sekretariat ini dirancang seperti istana dalam dunia dongeng.

LASUSUA, BKK – Pemerintah Daerah Kolaka Utara benar-benar punya perhatian serius terhadap anak-anak di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, Pemkab yang menggandeng pengusaha lokal membangun sebuah bangunan yang mirip istana di dunia dongeng anak-anak.

Bangunan dengan konsep Eropa klasik itu kemudian dijadikan sebagai Sekretariat Forum Anak yang kemudian dinamakan Forum Anak Kokekoke. Forum anak ini tak hanya menjadi wahana bermain, namun juga sebagai wadah partisipasi anak dalam proses penyusunan kebijakan, perencanaan, pemantauan, evaluasi dalam pengambilan kebijakan Pemda.

Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud pun mengklaim bahwa SFA Kokekoke ini merupakan yang pertama di dunia. “Kita bangun ini selama dua tahun yang anggaran pembangunanya tidak mengunakan APBD dan APBN. Namun beesumber dari sumbangan pengusaha lokal, LPD-CSR dan instansi pemerintahan yang bersifat tidak mengikat,”

“Kalau di daerah lain atau di negara lain, sekertariat forum anak belum ada yang mandiri masih menumpang. Namun di Kolut, Alhamdulllah dengan segala daya dan upaya bangunan sekertarit forum anak telah ada yang nanti akan di berikan segala fasilitas anak,” kata Rusda.

Dia melanjutkan, SFA ini yang akan membawa Kolaka Utara mewakili Indonesia dalam konferensi anak dunia, The 8th Child in the City Conference, di University College di Ghent, Belgia. Dari situ kemudian tercetuslah proyek bersama anak di Yayasan Kota dan Jaringan Eropa Ramah Kota Anak (ENCFC).

Rusda mengungkapkan Konferensi FA di Belgia dilakukan setiap dua tahun itu dihadiri lebih dari 100 negara, yang mewakili pemerintah, lembaga pemerhati anak dan organisasi anak. Konferensi itu menjadi kesempatan bagi para profesional anak-anak, perencana kota, geografi dan pembuat kebijakan untuk berbagi pengetahuan dari praktik yang baik dan hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang tujuan, bersama untuk menciptakan kota yang ramah anak .

“Ada empat makalah dan presentase dalam konferensi FA dunia ini yakni kebijakan ramah anak, posisi anak di kota, anak dan lingkungan binaan serta pengungsi, imigran anak dan remaja di kota. Namun dari presentase setiap perwakilan negara yang dibagi beberapa kelas, semua negara memaparkan sebuah perencanaan,” ungkapnya.

Rusda mengungkapkan makalah yang dipresentasekan berjudul keterlibatan anak dalam pembangunan daerah dan menjadi pembelajaran dari negara lain bagaimana Pemda Kolut memberikan perhatian lebih pada anak dengan memberikan fasilitas Sekretariat secara mandiri dan melibatkan anak dalam pembanguan.

“Setiap anak lahir dengan memikul tanggung jawab sebagai penerus bangsa, maka anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial dan berakhlak mulia dan dilakukan secara konsisten untuk mewujudkan dan menjamin kesejahteraan anak” imbuhnya.

“Sekertariat ini akan menjadi tempat untuk meningkatkan kapasitas anak di bidang penanaman nilai luhur budaya bangsa, nasionalisme, patriotisme, serta pengembangan karakter bangsa (nation character building) yang disampaikan dalam suasana bermain, partisipatif dan rekreatif berdasarkan tema-tema yang ditentukan.”

Rusda mengharapkan, dengan adanya SFA itu, anak-anak akan menjadi manusia yang berkualitas secara fisik, mental dan berakhlak mulia dan akan mampu melahirkan kretifitas dan inovasi anak untuk menjadi seorang pemimpin bangsa.

“Setiap anak dilahirkan dan diciptakan dengan kemampuan yang berbeda yang harus dituntun dan diarahkan secara baik dan benar serta menjamin pasilitas dalam meluapkan kreatifitas anak. Ini menjadi tanggungjawab semua pihak yang diawali dari keluarga yang harus memberikan rasa aman dan nyaman anak dalam beraktifitas,” tandasnya. (k2/c/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top