Terpidana Korupsi Lagasa Bayar Denda Rp2,35 M – FAJAR Sultra
News

Terpidana Korupsi Lagasa Bayar Denda Rp2,35 M

Kejari-Muna-1024x768

RAHA – Dua terpidana kasus korupsi penataan kawasan kumuh Lagasa-Tula tahun anggaran 2008, LM Rusdianto Emba ST MSi dan Hasilwin Maani atau La Ode Muri, akhirnya membayar denda dan uang pengganti senilai Rp2,35 miliar kepada Kejaksaan Negeri Muna, Kamis (8/11).

Uang yang disetor LM Rusdianto Emba dan Hasilwin Maani di Kejari Muna, Kamis (8/12).

Kedua terpidana ini membayar uang pengganti dan denda secara tunai ke Kejari Muna. Salah seorang terpidana, Rusdianto Emba bahkan datang menyerahkan sendiri tas uang bernilai miliaran rupiah, didampingi kuasa hukumnya, Kamal SH. Sementara Hasilwin Maani tidak bisa secara langsung menyerahkan uang tersebut ke Kejari Muna, karena sedang menjalani vonis kurungan di Rumah Tahanan Kendari selama dua tahun sejak September 2016.

Kajari Muna, Badrut Tamam SH mengungkapkan, jumlah uang pengganti dan denda yang diserahkan secara tunai Rusdianto Emba senilai Rp1,3 miliar plus satu lembar sertifikat tanah seluas 16ribu meter persegi yang terletak di Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.

“Nilai sertifikat ini diperkirakan antara Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu per meter atau kurang lebih Rp1,6 miliar. Kejaksaan Muna akan segera melakukan lelang terhadap tanah ini. Jika ada kelebihan pembayaran maka akan dikembalikan kepada yang bersangkutan atau terpidana (Rusdianto, red),” kata Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Badrut Tamam.

Ia menjelaskan, Rusdianto Emba merupakan salah satu terpidana dalam kasus swakelola penataan kawasan kumuh Lagaasa-Tula tahun 2008. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri No. 05 Pid Tipikor tahun 2013, terpidana telah dijatuhi pidana penjara selama empat tahun kurungan dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp2,1 miliar

Sementara itu Hasilwin Maani yang terseret kasus yang sama juga telah membayar lunas uang denda dan uang pengganti secara tunai kepada Kejari Muna senilai Rp50 juta. Di mana berdasarkan Putusan PN Kendari No. 27 Pidsus Tipikor 2016 PN Kendari tanggal 28 September 2016, Hasilwin Maani dijatuhi vonis dua tahun penjara dan denda Rp50juta.

Setelah dilakukan perhitungan yang dilakukan teler salah satu Bank di Muna, uang tersebut disimpan ke rekening Kejari Muna untuk selanjutnya dikirim ke kas negara. “Uang ini akan segera dikembalikan ke kas negara,” tutup Badrut Tamam

Sementara itu Rusdianto Emba melalui kuasa hukumnya, Kamal SH menyatakan bahwa pembayaran denda dan uang pengganti ini tidak ada kaitannya dengan Hari Anti Korupsi yang akan diperingati 9 Desember. Dia bilang, jauh sebelum itu, dia sudah berkomunikasi dengan Kepala Kejari Muna.

“Alhamdulillah, komunikasi dengan Kejari Muna yang baru ini bagus dan cair, sehingga Kajari memanggil Rusdianto dan melakukan komunikasi mengenai hal ini. Pada prinsipnya, denda ini kita sudah penuhi dengan penyitaan aset ruko tiga lantai sebanyak tiga petak di Jalan Made Sabara Kendari.

Namun dalam perjalannya ada selisih perhitungan dengan pihak Bank sehingga tidak jadi dilakukan. Kemudian dengan langkah-langkah Kajari yang baru ini melakukan pemaanggilan kepada Rusdianto. Komunikasinya baik dan cair, jalan keluarnya adalah dengan membayar tunai dan menyerahkan aset tanah yang terletak di Kecamatan Lasalepa,” terang Kamal. (sra/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top