Sultra Ekspor Mete, Kopi dan Teh – FAJAR Sultra
News

Sultra Ekspor Mete, Kopi dan Teh

KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat mengekspor sejumlah hasil pertanian ke sejumlah negara pada Oktober 2016. Badan Pusat Statistik Sultra menyebut, tidak hanya kakao dan olahannya yang di ekspor, tetapi mengekspor juga kopi, teh, mete dan rempah-rempah.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sultra Ir Suriati Toar MS menjelaskan, komoditas-komoditas itu di ekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Jerman, Amerika Serikat, belanda, Srilanka, Hongkong, Finlandia dan Singapura.

Kacang Mete menjadi salah satu komoditasi ekspor Sultra pada Oktober 2016, meski volumenya sangat kecil dibanding besi dan baja.

“Selain komoditas pertanian itu, Sultra juga mengekspor besi dan baja sebesar 13,57 ribu ton atau paling tinggi dibanding komoditas lain. Besi dan baja tercatat 95,26 persen atau senilai US$ 31,64 juta. Ada juga ikan dan udang sebesar 0,13 ribu ton (0,91%) US$ 0,56 juta (1,69 %),” jelas Suriati, (1/12).

Nilai ekspor Sultra pada Oktober 2016 katanya mengalami peningkatan 49,30 % dibanding September 2016. Dari US$ 22,05 juta menjadi US$ 32,92 juta. Sedangkan volume ekspor tercatat naik 57,11 % dibanding September 2016. Dari 9,07 ribu ton menjadi 14,25 ribu ton.

“Volume Ekspor terbesar adalah ke Korea Selatan tercatat 5,82 ribu ton (40,82 %) dengan nilai US$ 13,46 juta (40,90%), lalu Tiongkok 4,57 ribu ton (32,06 %) dengan nilai US$ 10,39 juta (31,58%). Sisanya ke Jepang, Taiwan, Malaysia, India, Jerman, Amerika Serikat, Belanda, Vietnam, Srilanka, Hongkong, Finlandia dan Singapura,” tambahnya.

Ekspor Sultra pada Oktober 2016 terbesar melalui Pelabuhan Pomalaa. Tercatat 8,45 ribu ton (59,30 %) dengan nilai US$ 19,70 juta (59,85 %). Melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tercatat 5,25 ribu ton (36,85 %) dengan nilai US$ 12,42 juta (37,74 %), sisanya melalui Pelabuhan Kendari, Bandara Hasanuddin (Makassar), Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Bandara Soekarno Hatta (Jakarta).

Selain melakukan ekspor, Sultra juga melakukan impor. Komoditas yang diimpor adalah bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik serta bagiannya.

“Nilai impor pada Oktober 2016 tercatat US$ 21,28 juta atau mengalami penurunan 44,80 % dibanding impor September 2016 yang tercatat US$ 38,55 juta. Sementara volume impor pada Oktober 2016 tercatat 43,26 ribu ton atau mengalami penurunan 47,97 % dibanding impor September 2016 sebesar 83,15 ribu ton,” jelasnya.

Negara asal impor yaitu Singapura dengan volume Impor tercatat 41,84 ribu ton (96,72 %) atau senilai US$ 20,92 juta (98,32 %), Tiongkok dengan volume 0,02 ribu ton (0,04 %) atau senilai US$ 0,02 juta (0,09 %), dan Malaysia dengan volume 1,40 ribu ton (3,24 %) atau senilai US$ 0,34 juta (1,59 %). (aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top