Aktifkan Program PKK, Yanti Kunjungi 124 Desa – Fajar Sultra
News

Aktifkan Program PKK, Yanti Kunjungi 124 Desa

RAHA, BKK Online- Ketua Tim Penggerak PKK Muna, Yanti Setiawati Rusman SE M Si menyatakan keberadaan PKK harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk membuktikan komitmennya, istri Rusman Emba, Bupati Muna ini pun berkunjung ke 124 desa di Kabupaten Muna di mana kegiatan itu telah selesai belum lama ini.

Hal ini dilakukannya untuk mengaktifkan kembali semua kelompok PKK dan dasawisma yang selama ini terkesan mati suri di setiap desa. Yanti tidak saja memompa semangat kelompok PKK di desa-desa untuk kembali mengaktifkam program-program PKK, kunjungan di setiap desa juga dimanfaatkannya untuk mensosialisasikan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Agar kegiatan ini efektif, Yanti membentuk empat tim kerja khusus yang selanjutnya menyebar ke beberapa desa. Satu tim kerja membawahi 4 sampai 5 kecamatan. “Kita harus bekerja keras untuk mengaktifkan kembali kelompok binaan PKK yang ada di desa-desa. Saya juga meminta kepada semua kades agar mengaktifkan kembali kelompok dasawisma yang ada di setiap desa,” kata Yanti akhir pekan lalu.

Yanti mengaku cukup prihatin melihat kondisi PKK yang di sejumlah desa, salah satunya di Desa Matombura, Kecamatan Bone. Di desa ini, sudah 15 tahun tidak pernah dikunjungi oleh TP PKK Muna. Mereka hanya dikunjungi jika ada perlombaan yang digelar PKK saja. “Hal seperti inilah yang harus kita benahi,” terangnya.

Mengenai sosialisasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, Yanti menegaskan hal itu tidak saja menjadi tanggungjawab organisasi tertentu saja, tapi menjadi tanggungjawab kita bersama. Apalagi dalam catatan Yanti, sepanjang 2016 ini, ada 27 kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi.

“Setiap kunjungan kerja, kita menekankan betapa pentingnya pendidikan, moral, etika dan agama yang baik. Agar kekerasan terhadap anak dan perempuan, dapat diminimalisir,” tambah ibu dari Azza Anuarah Rusman ini.

Dia juga mengatakan salah satu faktor penyebab seringnya terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan di pedesaan, karena kurang layaknya tempat hunian mereka. “Memang masih banyak di desa-desa kita lihat, antara orang tua dan anak, tinggal satu rumah tanpa pembatas, seperti kamar tidur, kamar mandi dan sebagainya. Akibatnya sering terjadi kekerasan terhadap anak bawah umur seperti tindakan pencabulan, pemerkosaan yang terkadang dilakukan orang terdekat, seperti orang tuanya sendiri, kakak, paman atau pacar atau teman,” katanya.

Makanya, tambahnya lagi, dalam setiap kunjungan kerja PKK, hal-hal seperti ini rumah layak dan tidak layak huni, masuk dalam program kerja PKK. (cr2/c/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top