BNNP Gagalkan Pengiriman Sabu Via Cargo Bandara HO – FAJAR Sultra
News

BNNP Gagalkan Pengiriman Sabu Via Cargo Bandara HO

KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra berhasil mengagalkan pengiriman narkoba jenis sabu melalui terminal cargo Bandar Udara Haluoleo Kendari (HO), Kamis (8/12) sekitar pukul 17.50 wita.

Aparat awalnya mencurigai sebuah dos indomie kiriman asal Makasar yang dikirim melalui cargo. Sementara pemilik barang berinisial ZL. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata dalam dos Indomie tersebut berisi sendal jepit swallow dan satu paket jenis sabu.

Aparat BNNP Sultra menunjukan barang bukti Dos Indomie berisi sabu yang digagalkan melalui terminal Cargo Bandar Udara Haluoleo Kendari (HO), Kamis (8/12).

Kabbid Pemberantasan BNNP Sultra AKBP Karim Samandi menuturkan, berhasil ditemukannya barang haram tersebut berkat kerjasama interdiksi antara BNNP Sultra, BNNP Sulsel, Polres Maros, Petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Mulanya, aparat BNNP Sultra mendapatkan informasi sejak Rabu (7/12) dari BNNP Makasar bahwa ada pengiriman barang yang dicurigai berisi sabu lolos melalui via Cargo Makasar dan hendak dikirim menuju Bandara HO Kendari.

“Berdasarkan info Makassar masih samar-samar dan Lolos masuk dikargo penerbangan menuju Kendari,” kata Mantan Kabid Humas Polda Sultra itu, saat dikonfirmasi Jumat (9/12).

Sejatinya barang tersebut hendak dikirim pada hari itu juga akan tetapi terkendala, sehingga barang tersebut sempat diendapkan di cargo bandara.

“Kita menunggu telpon yang tertera diatas kertas pengirim. Dalam pelacakan ada info tentang kenapa barang tersebut tidak dikirim, jangan-jangan sudah ditangkap,” tutur Karim Samandi.

Namun saat diperoleh informasi dari BNNP Sulsel lanjut Karim, mereka sudah tidak bisa melakukan penangkapan, dikarenakan barang tersebut sudah berada di cargo bandara Makassar tujuan Kendari, sehingga mereka meneruskan informasi itu ke BNNP Sultra.

Sampai akhirnya barang tersebut berhasil dikirim dan tiba di Kendari pada Kamis (8/12) sekitar pukul 15.20 Wita. Dan setelah dilakukan proses penyelidikan sekitar pukul 17.50 Wita, pemilik barang tiba di cargo Bandara HO hendak mengambil bingkisan tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan dan pemilik bingkisan berinisial ZL membuka sendiri dos tersebut, didapati paket sabu bercampur dengan sendal jepit.

“Awalnya hanya berisi sendal, tapi kami yakini dalam dos tersebut berisi paket sabu, ternyata betul adanya. Dan saat itu juga kita amankan dan tangkap pelakunya,” terangnya.

Selain itu saat dilakukan penggeledahan dalam mobil ZL, ditemukan didalam tas pinggangnya berisi pireks dan masih tersisa sabu yang belum sempat dibakar.

Saat aparat BNNP Sultra mengorek keterangan dari pelaku, yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi swata di Makassar, ZL mengaku memesan barang tersebut melalui saudaranya di Makassar sejak Selasa (6/12).

“Pada hari Selasa, ZL lebih dulu berangkat ke Kendari dan meminta kepada saudaranya, mengirimkan barang tersebut melalui cargo,” kata Karim.

Tersangka sendiri mengaku memesan barang tersebut di Makassar dengan pertimbangan sabu-sabu dari Makassar perpaketnya hanya dijual kisaran RP 1 juta. Sementara di Kendari lebih mahal, harganya bisa mencapai Rp 2 juta perpaketnya.

Selama di kendari barang haram tersebut digunakan dan dikonsumsi bersama dengan sanak saudaranya. “Jadi di kendari barang ini dipakai bersama saudaranya di lokasi bisnisnya,” kata Karim.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku menggunakan barang haram tersebut sebanyak tiga kali seminggu secara terus menerus. Kasus pengkapan tersangka juga menyeret adik kandungnya sendiri berinisial A.

“Adiknya datang ke BNNP mengunjungi kakaknya, tapi saat diperiksa urinenya, ia terdeteksi positif sabu, sehingga kami amankan juga. Keduanya adalah warga yang tinggal di kendari,” pungkasnya.

Saat ini pihanya terus melakukan pendalaman, apakah tersangka adalah bandar, pengedar atau penyalahguna. Selain itu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap bandar yang berada di daerah lain, yang berhubungan dengan penangkapan.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar dan dapat dijerat dengan Pasal 112 ayat 1, pasal 114 dan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (p2/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top