Pulau Labengki Juga Miliki Spesies Kima Terbanyak Dunia – Hacked by TryDee
News

Pulau Labengki Juga Miliki Spesies Kima Terbanyak Dunia

♦ Tak Hanya Miliki Potensi Alam Mempesona

PULAU Labengki tidak hanya memiliki pesona alam yang sangat mempesona. Di pulau ini juga, ternyata menyimpan kekayaan dunia yang tidak dimiliki di tempat lain. Di gugusan pulau kecil ini, terdapat kerang raksasa yang sering dikenal Kima, ada ribuan kima yang kini dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat setempat.

Pelestarian Kima ini sudah diketahui ilmuwan Australia. Bahkan salah satu tokoh nasional yakni Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva telah melihatnya langsung keberadaan kima.

Habib saat menujukkan kulit kima atau kima raksasa, ditempat pelestariannya di Labengki. Ditempat ini, sedikitnya ada 8.400 kima yang dikembangbiakan. FOTO NURHADI/RAKYAT SULTRA.

Labengki yang dikembangkan menjadi objek wisata alam didalamnya ternyata dibawah lautnya dilestarikan hampir 8.400 kima. Kerang yang terancam punah ini, diamankan dan dibudidayakan pengelola wisata yakni Habib Nadjir Buduha.

Pria yang disapa Habib ini ternyata telah melakukan pelestarian kima sejak lama. Berawal dari kepeduliannya terhadap biota laut yang terancam punah karena perburuan liar nelayan.

Aksi nyata sang Habib ini dimulai dengan melestarikan Kima di daerah Toli-Toli kecamatan Lalonggasumeeto kabupaten Konawe . Dengan menggunakan biaya pribadi, dirinya bersama anggotanya dari anak muda Toli-Toli, mengumpulkan kerang raksasa.

Alat yang digunakan Habib dan tim juga masih tradisional. Penyelaman mereka ke dasar laut hanya didukung oleh kompresor penambal ban. Namun begitu, tim ini berhasil mengumpulkan kima. Upaya penyelamatan kima tidak hanya mereka lakukan dalam wilayah Toli-Toli.

Habib bersama tim bahkan sampai keluar wilayah Konawe hingga bermil-mil jauhnya. Niatnya hanya untuk mengumpulkan dan menyelamatkan spesies ini. Kini Habib telah memiliki areal budidaya Kima di Toli-Toli seluas 200 hektar.

Kima yang berhasil dikumpulkannya dilestarikan di areal ini. Hanya saja, jerih payahnya ini belum tersentuh bantuan pemerintah. “Itupun sampai saat ini pemerintah belum mengakuinya,” kata Habib.

Berbeda dengan Toli-Toli, Labengki memiliki spesies kima yang beragam. Sementara Kima yang dilestarikan di Desa Toli-Toli hanya ada tiga jenis. Di Labengki Kima yang berhasil dilestarikan ada sembilan jenis. Sementara di dunia ada 10 spesies. Dengan kata lain, Labengki memiliki spesies kima terbanyak di dunia.

Sepuluh spesies kima yang ada didunia itu diantaranya jenis kima yang hidup di kerang, seperti Tridacna Gigas (kima raksasa), Tridacna Derasa (Kima Selatan), Tridacna Crocea (Kima Batu), Tridacna Maxima (Kima Kecil), Tridacna Squamosa (Kima Sisik), Tridacna Costata (Kima Merah), Tridacna Teporoa (Kima Iblis) dan Tridacna rosewateri (Kima Mauritius). Kima yang hidup dipasir diantaranya Hopopus Hipopus (Kima Tapak Kuda) dan Hippopus porcelanus (Kima China).

“Tiga tidak ada di Indonesia yakni Costata yang ditemukan di Laut Merah, Mauritius hanya ada di Madagaskar Afrika, dan Teporoa yang ada di Fiji dan Tonga di Samudra Pasifik,” jelasnya.

Tapi di Labengki, Lanjut Habib, kita melestarikan dua kima yang belum disahkan secara ilmiah oleh LIPI yakni Kima boe (Kima Air) dan Tridacna Costata Indonesia.

Kesembilan kerang raksasa ini kini dilestarikan Habib di Pulau Labengki. Dibawah laut objek wisata alam yang dikelolanya. (HRS)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top