Kejari Kolaka Dinilai Ceroboh – FAJAR Sultra
News

Kejari Kolaka Dinilai Ceroboh

IMG_6333-150x150

Penetapan Tersangka pada JJ

KOLAKAPOS, Kolaka–Penetapan tersangka terhadap Dirut PT.Tambang Rejeki Kolaka, JJ oleh Kejari Kolaka menuai reaksi besar-besaran. Massa pendukung JJ bergabung bersama karyawan PT.TRK menyerbu kantor Kejari Kolaka, Sabtu (10/12). Kejari diberi waktu lima hari untuk meminta maaf kepada JJ.

Sebelumnya, JJ ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) PT. TRK senilai Rp 1.3 miliar.

Atas penetapan tersangka itu, Kejari Kolaka dinilai ceroboh. Pasalnya, Kejari tidak melakukan penyelidikan lebih dalam terkait status Jamrek PT.TRK. Direktur Operasional PT.TRK selaku kuasa Direktur PT.TRK, Anugrah mengatakan TRK telah meneken persetujuan dengan dinas ESDM provinsi Sultra pada 22 November lalu terkait penetapan Jamrek TRK serta tatacara pembayarannya.

Anugrah mengungkapkan, TRK akan membayar Jamrek dalam kurun tahun 2015 hingga tahun 2019 yang nilainya lebih dari Rp3 miliar, sudah termasuk Rp1.3 miliar itu. Sementara, penetapan tersangka dana Jamrek Direktur PT. TRK yang dituduhkan baru beberapa hari.

“Sejak bulan Juni yang lalu, sebelum kewenangan pertambangan ditarik ke Provinsi, kami telah melakukan pengurusan dokumen di Kementerian Pertambangan, termasuk nilai Jamrek PT. TRK selama 10 tahun kedepan. Nah kemudian oleh dinas ESDM provinsi Sultra karena kewenangan pertambangan ditarik ke provinsi, maka ditetapkan dan kami telah sepakati, bahwa untuk tahun 2016 pembayaran Jamrek per pengapalan senilai Rp75 juta. Sementara untuk tahun 2017, pembayaran Jamrek TRK naik sebesar Rp150 hingga Rp200 juta per pengapalan, yang disetor langsung pada rekening bersama melalui BPD Sultra,” ungkapnya kepada media ini.

Dia menegaskan, lahan terbuka yang dikerjakan oleh TRK saat ini sekitar 16,5 hektar, dengan masa pasca tambangnya hingga tahun 2020 mendatang. Sementara uang perusahaan yang masuk di rekening bersama lebih dari Rp200 juta, sebagai dana Jamrek. “Mungkin Kejaksaan kurang Update karena hanya konsultasi di Distamben Kolaka, sementara kewenangan pertambangan telah ditarik ke Provinsi, sementara dinas ESDM provinsi Sulawesi Tenggara telah menetapkan dan kami sepakati, nilai Jamrek PT. TRK selama 10 tahun lebih dari Rp3 miliar itu sudah termasuk Rp1.3 miliar yang kejari Kolaka permasalahkan,” terangnya. Olehnya itu, massa mendesak pencabutan status tersangka kepada JJ.

Pendemo juga meminta pihak Kepolisian Resor Kolaka, untuk mengusut dugaan pelecehan yang dilakukan oleh kepala Kejari Kolaka, Jefferdian atas perkataannya kepada direktur TRK soal urusan rumah tangganya, yang dinilai melecehkan keluarga besar JJ. Massa sekaligus mendesak dilakukan pengusutan terhadap dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Kejari Kolaka kepada direktur TRK. “Kajari harus meminta maaf kepada keluarga besar direktur TRK melalui media massa, atas ungkapannya yang diduga melecehkan martabat keluarga. Kami memberi tenggat waktu 5 x 24 jam kepada pihak Kajari Kolaka untuk menyikapi tuntutan. Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, maka karyawan dan keluarga besar direktur TRK kembali akan berunjuk rasa dengan jumlah yang lebih banyak,” tandasnya. (cr1/b)

Kolaka Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top