30 Warga Wakatobi Terserang DBD – FAJAR Sultra
News

30 Warga Wakatobi Terserang DBD

♦ Tiga Meninggal Dunia

WAKATOBI – Korban Demam Berdarah Dangue (DBD) di Wakatobi terus bertambah, tercatat sejak November lalu sudah 30 warga khusus wilayah kecamatan Tomia yang teridentifikasi positif terserang penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Drs AbdulLatief membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, semua warga yang terserang DBD tahun ini rata-rata berasal dari Kecamatan Tomia.

“Saat ini sudah 30 warga Tomia terbaring di ruang perawatan,” jelasnya, Rabu (14/12/2016).

Dari jumlah keseluruhan sebagian telah dirujuk dan ditangani oleh pihak RSUD Wakatobi.

Selama dilakukan penanganan, sudah tiga orang yang meninggal satu dinyatakan meninggal di RSUD Wakatobi, sementara dua lainnya masing-masing meninggal di Rumah Sakit Palagi Mata Kota Baubau, dan di Puskesmas Tomia.

“Selama saya di Wakatobi, minimal lima orang pasien DBD perminggu yang di rujuk dari Puskesmas Tomia,” tutur Gazali seorang dokter spesialis anak yang baru sebulan bertugas di RSUD Wakatobi.

Guna meminimalisir jatuhnya korban, Dinkes telah mengirimkan tujuh relawan tenaga teknis lapangan langsung ke Pulau Tomia, untuk membantu menangani penyakit tersebut.
Selain itu, sejumlah aktifis aktivis lingkungan dan anggota pramuka juga dikirim untuk membantu.

“Kami sudah melakukan upaya maksimal mencegah meningkatnya korban yang ditimbulkan oleh wabah DBD ini,” terang Abdul Latief.

Sementara itu, ditemui terpisah bupati Wakatobi H. Arhawi ditemui di kantornya menjelaskan, terkait masalah tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah pencegahan seperti fogging pada titik rawan DBD.

Hal ini pula kata dia, akan didukung dengan penganggaran melalui APBD dan diprogramkan pada Dinas terkait. “Kita akan lebih intens lagi melakukan upaya pemberantasan, juga abatesasi. Dan itu akan terus berlanjut hingga tahun depan, setiap pergantian musim dari barat ke timur dan sealiknya,” jelasnya.

Sedangkan anggota Komisi III DPRD Wakatobi Hj. Safiah mengharapkan langkah nyata Pemda setempat.

“Bukan hanya fogging dan abatesasi. Pemda juga harusnya lakukan sosialisasi pola hidup sehat terhadap masyarakat, terutama masyarakat tomia yang kini mulai berjatuhan korban,” imbuh anggota fraksi Persatuan Indonesia Bersatu (PIB). (p14/b/hum)

Data dan Fakta
* Serangan DBD Sudah Berlangsung Sejak November 2016 ke pulau Tomia.
* Sedikitnya 30 Warga Terjangkiti.
* Tiga diantaranya meninggal dunia.
* Sebahagian harus dirujuk ke RSUD Wakatobi.
* Pemda Wakatobi menurunkan Tim Kesehatan, membantu tenaga medis di pulau Tomia.
* Warga diminta hidup sehat dan menjaga lingkungan.

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top