Mega Proyek, Masjid Al Alam Diguyur Dana Rp 90 M Lagi – FAJAR Sultra
News

Mega Proyek, Masjid Al Alam Diguyur Dana Rp 90 M Lagi

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Kelak, bila Masjid Al Alam nanti berdiri megah di Teluk Kendari, sejarah bakal mencatatnya sebagai salah satu bangunan dengan ongkos paling mahal yang pernah ada di Sultra, yang dibayar lewat APBD. Sampai lima tahun, dihitung sejak pertama kali tiang pancangnya ditanam, tahun 2011 lalu, sudah ada kurang lebih Rp 125 Miliar yang terpakai. Angka itu masih akan terus bertambah sampai nanti proyek ini kelar 2018 nanti.

Tahun 2017 nanti, bangunan yang ditarget kelar tahun 2018 itu mendapatkan alokasi APBD sekitar Rp 90 M lagi. Dana itu dialokasikan untuk perampungan pengerjaan konstruksi, dari totoal Rp 185 M kebutuhan yang sudah diestimasi. “Kita minta Rp 100 M di APBD, tapi sepertinya hanya disetujui Rp 90 M. Tapi dengan dana itu saya yakin, sudah selesai tahun depan,” kata Kepala Bappeda Sultra, Nasir Andi Baso, kemarin.

Optimisme untuk mengebut mega proyek itu kelar, kata Nasir Andi Baso, karena Pemprov Sultra berniat menjadikan masjid iconik itu sebagai lokasi salat Idul Fitri tahun 2017 nanti. Menurutnya, perubahan estimasi anggaran-dari usulan Rp 100 M ke Rp 90 M-tidak akan mempengaruhi target penyelesaian proyek ini. Apalagi adanya perubahan perhitungan merupakan hal yang biasa dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

“Saya kira, hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Itu kan tinggal disesuaikan. Lagian, proses pembahasan anggaran belum berakhir. Jadi kemungkinan angka-angkanya masih bisa berubah. Namun kami tetap usahakan, angkanya bisa ditekan dibawah Rp 100 miliar. Namun tetap diatas Rp 90 miliar. Kalau ada perubahan, pasti sudah diantisipasi. Saya rasa, teknisnya sudah dipahami dinas PU,” kata mantan Pj Bupati Buton Utara (Butur) usai menghadiri sidang paripurna DPRD Sultra, Kamis (15/12).

Mantan Asisten II Sultra ini memastikan pembangunan proyek Masjid Al Alam akan dituntaskan tahun depan. Apalagi proyek ini masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Sultra tahun 2013-2018. Tak heran, kebijakan anggaran pemerintah diprioritaskan untuk proyek ini. Hal yang sama juga diterapkan pada program lain. Mulai dari pembangunan Jembatan Bahteramas, proyek infrastruktur lainnya hingga membiayai kesehatan dan pendidikan gratis.

Saat dikonfirmasi di tempat terpisah, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra, Pahri Yamsul mengungkapkan hal senada. Bahkan ia optimis Masjid Al Alam sudah bisa digunakan untuk pelaksanaan Salat Ied. Apalagi tidak selamanya, proyek pengerjaan tidak berpatokan pada perencanaan. Bila ada kendala, terbuka peluang mengalami perubahan dan hal itu telah diantisipasi.

Makanya, saat ini pemerintah harus lebih fokus. Terutama memastikan target pembangunan Masjid Al Alam tahun ini bisa terealisasi. “Total anggaran pembangunan Masjid Al Alam sebesar Rp 185 miliar. Dari jumlah itu, Rp 85 miliar telah dikucurkan. Tahun depan, pemerintah tinggal sisa anggarannya. Makanya, proses pembangunannya akan terus digenjot. Sejauh, proyek pengerjaannya masih on the track. Kalau tidak ada kendala, bangunannya sudah bisa digunakan salat shalat ied,” kata Ketua Pengurus Softball Sultra ini.

Estimasi anggaran ini kata Pahri, belum termasuk land scap taman hingga pelataran parkir masjid. Katanya, anggaran Rp 185 miliar hanya untuk konstruksi bangunan masjid. Untuk pelataran parkir yang menguhungkan bangunan masjid dan jalan raya, akan dilaksanakan tahun depan. Tahapan desainnya telah dirampungkan. Sementara untuk kawasan terbuka hijau yang menghubungkan dua akses jalur yang menuju masjid sudah mulai tahap desain.

“Berapa nilai anggarannya, kami belum bisa sebutkan. Sebab semuanya baru berupa estimasi. Kalau sudah jelas, baru akan kami publikasi. Yang pastinya, tahun ini anggarannya turut usulkan. Nantinya, kawasan masjid tidak hanya dijadikan tempat ibadah, namun multi fungsi. Seperti rekreasi, olah raga, kuliner dan berbagai kegiatan. Makanya, pemerintah akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti halnya taman kota,” jelasnya.

Terkait jalan menuju masjid katanya, pemerintah akan membangun sisi kedua. Jalan yang telah dibuatkan akan hubungkan dengan sisi jembatan lainnya. Sebab kawasan tengahnya akan dibangun RTH. Proyek pembangunannya, menjadi domain Bina Marga. Makanya, ia tidak tahu berapa anggaran yang diusulkan. Namun ia mendengar, proyek pembangunannya akan dimulai tahun 2017 pula. (mal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top