Sultra Kekurangan Guru SMA – FAJAR Sultra
News

Sultra Kekurangan Guru SMA

KENDARI – Pengalihan kewenangan urusan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) ke provinsi bakal akan menjadi persoalan baru, bagi Pemprov Sultra. Pasalnya, setelah dihitung-hitung, pengalihan jumlah tenaga pendidik SMA tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolah yang ada.

Damsid

Dimana, provinsi hanya mengambil alih semua porsenil yang negeri, baik guru, staf adminitrasi maupun pengawas. Khusus tenaga guru SMA yang berstatus pegawai sebanyak 4.212 guru. Namun jumlah itu, dinilai belum mendukupi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Damsid, saat menghadiri rapat paripurna DPRD Sultra, Selasa (13/12).
Imbas pengalihan tersebut, menurut dia berakhibat pada distribusi guru tingkat SMA di Sultra. Dari total jumlah sekolah sebanyak 474 sekolah, terbagi 275 sekolah SMA, 145 SMK dan 54 SLB, maka distribusi jumlah guru diperkirakan minim.

Dia memperkirakan dalam satu sekolah hanya akan mendapatkan sekira 20 guru saja.

“Jadi memang distribusinya yang kita akan liat nanti. Karena memang pasti akan minim nanti guru SMA yang statusnya negeri. Karena dari jumlah sekolah tidak mencukupi dengan distribusi guru yang ada,” ujar mantan Dekan Fekon UHO itu.

Olehnya, dirinya telah merencanakan solusi. Setidaknya ada tiga solusi yang dapat mengimbangi disitribusi guru tingkat SMA sehingga bisa mencukupi. Pertama, dengan adanya kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakomodir tenaga honorer yang ditetapkan dalam surat keputusan (SK) didaerah, menaikan insentif guru honorer yang di anggarakan melalui anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), dan menarik guru-guru dari sekolah swasta dengan jenjang yang sama.

Menurutnya, tenaga guru honorer yang selama ini mengajar di SMA sederajat ada sebanyak 3.900 guru. Tetapi tidak diambil alih. Pasalnya selain, tidak dapat digaji melalui APBD, juga daerah baik kabupaten dan provinsi tidak memiliki anggaran cukup untuk membiayai mereka.

Sehingga, Kemendikbud mengeluarkan kebijakan menaikan insentif mereka hingga 5-10 persen dari yang sebelumnya. Dan akan diakomodir melalui angaran komite sekolah.

“Nah tiga upaya itu yang kita lakukan untuk memenuhi kekurangan guru kita nanti. Tetapi kalau memang masih kurang juga, maka kita akan dsitribusikan guru-guru dari sekolah yang berlebihan gurunya,” jelasnya.

Selama ini, kata dia tenaga guru honorer tingkat SMA hanya mendapatkan honor mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Sehingga diharapkan, kedepannya honornya bisa mencapai Rp 1 juta. Jika diasumsikan, anggaran honor mereka dianggarakan melalui APBD, maka setiap tahunnya daerah harus bisa menyiapkan anggaran Rp 11 miliar hingga Rp 50 miliar.

sayangnya, hingga kini pihaknya belum mengindentifikasi pasti berapa banyak kekurangan guru di jenjang SMA nantinya. Makanya, dalam waktu dekat daia akan memastikan berapa kekurangan guru yang terdisitribusi pada 474 sekolah itu. (r3/b/gas)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top