Dewan Malas, Bantuan Lima Miliar Terancam Batal – FAJAR Sultra
News

Dewan Malas, Bantuan Lima Miliar Terancam Batal

La Usman

KENDARIPOS.CO.ID,BATAUGA—Kebiasaan buruk dengan malas berkantor dari para Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan (Busel), yang mengakibatkan batalnya agenda Badan Musyawarah (Bamus), Kamis (15/12), teryata berbuntut serius. Dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia untuk PDAM Busel terancam batal. Beberapa poin yang menjadi syarat untuk penyaluran anggaran tersebut belum terpenuhi. Salah satu poin penting dalam administrasi yang disyaratkan itu adalah Perda tentang penyertaan modal.

Ketua DPRD Busel, La Usman mengatakan, agenda Bamus untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Peryataan Modal PDAM merupakan hal yang sangat mendesak. Karena pihak Kementrian hanya memberikan waktu sampai akhir Desember 2016. “Dedline waktu yang diberikan sangat singkat. Makanya, pasca pulang dari kunjungan kerja, kita langsung agendakan untuk rapat Bamus. Namun, anggota DPRD yang hadir hanya tiga orang dan dari 11 anggota Bamus, hanya dua orang yang hadir. Yaitu, saya sendiri dan Wakil Ketua I DPRD Busel, Pomili Womal. Karena tidak korum, maka rapat batal kita gelar,” ujarnya saat ditemui kemarin.

“Tentu, semua ini sangat kita sayangkan. Harusnya kita mendukung agar semua bisa terealisasi. Sebab, jika Raperda Peryataan Modal kita tidak dibahas secepatnya maka bantuan dana hibah tersebut tidak akan disalurkan. Apa lagi, saat ini sudah lewat pertengahan Desember,” sambung Politisi Partai Amanat Nasional itu.

Dihubungi terpisah, Direktur PDAM Busel, Tamrin sangat menyayangkan semua itu. Sebab, berjuang meyakinkan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bantuan tersebut tidaklah mudah. “Kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan dana hibah itu. Akhirnya dipercaya dan menjadi satu-satunya yang daerah di Sultra yang disetujui. Dengan berbagai ketetuan, salah satunya harus memiliki payung hukum tentang penyertaan modal. Namun, kalau kondisinya seperti ini, maka jelas bantuan tersebut terancam tidak akan terealisasi,” keluhnya. (ahi)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top