Perluasan Masjidil Haram Belum Rampung – Hacked by TryDee
News

Perluasan Masjidil Haram Belum Rampung

PEMBANGUNAN Masjidil Haram saat ini, cenderung lamban dapat terlihat alat-alat berat atau crane yang bertengger pada lantai tiga masjid, tidak beroperasi, pekerjaan yang ada hanya tambal sulam atau perbaikan kecil pada lantai masjid yang keramiknya retak atau pecah.

Sangat jauh berbeda dengan dua tahun lalu bulan yang sama, ketika saya melaksanakan ibadah umrah, semua alat berat dan pekerja digenjot bekerja selama 24 jam dengan pembagian tiga shif.

Jamaah Umroh berfoto dengan latar belakang Ka’bah dan Jam Raksasa, serta alat derek raksasa (crane) yang tidak beroperasi.

Proyek besar itu banyak menggunakan tenaga kerja dari Indonesia, target pembangunan rampung 2020, sepertinya berat untuk terealisasi.

Media online lokal Albalad.co, merilis berita tentang tunggakan gaji pekerja dari perusahaan Binladin grup berdampak dari tersendatnya pembagunan masjidil Haram.

Perusahaan konstruksi raksasa di Arab Saudi ini dililit kesulitan keuangan, akibat kebijakan penghematan anggaran oleh pemerintah Saudi, yang dilanda defisit sebab melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Rata-rata pekerja belum menerima gaji 4-6 bulan.

Perusahaan kepunyaan keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, ini juga sempat dilarang mengikuti tender pemerintah setelah kejadian jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah musim haji tahun lalu. Tapi, larangan itu telah dicabut tahun ini karena pemerintah sadar hanya Binladin Group mampu mengerjakan proyek-proyek besar milik pemerintah.

Gara-gara masalah keuangan pula, Binladin Group terpaksa berutang. Masalah keuangan juga memaksa Binladin Group memecatkan ribuan pekerja asingnya, termasuk dari Indonesia.

Sukayat, Kordinator Pekerja Indonesia di Makkah, menambahkan beberapa pekerja Indonesia yang belum balik ke Indonesia, ada yang sudah mulai bekerja lagi pada proyek perluasan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah.

Sedangkan pekerja yang telah berhenti dan sudah terlanjur pulang ke Indonesia, pembayaran gaji mereka diurus dan dibayarkan lewat penerima kuasa.

Total ekspatriat Indonesia yang masih bekerja di Inma Binladin saat ini tersisa 45 orang: 30 di Jeddah dan 15 di Makkah. Rata-rata pekerja Indonesia di Inma bergaji dua hingga tiga ribu riyal kalau dirupiahkan dikisaran Rp 7 sampai 8 juta sebulan.

Walaupun kondisi masjidil Haram saat ini belum rampung, tetapi tidak menyurutkan niat para kaum muslim dari penjuru dunia untuk melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah. (hrs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top