Ratusan TKA di Morossi Pakai Visa Kunjungan – FAJAR Sultra
News

Ratusan TKA di Morossi Pakai Visa Kunjungan

KENDARI – Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk bekerja di provinsi Sultra, dirasakan mulai menimbulkan keresahan warga. Sebab peluang kerja dari warga lokal makin sulit bisa bekerja di perusahaan tambang yang ada di Sultra, sebab tenaga kerja asing telah masuk.

Pengamat Ekonomi Sumber Daya Manusia (SDM), Asfahyadin mengungkapkan, masifnya tenaga kerja asing masuk ke Sultra yang menggunakan visa kunjungan merupakan kelalaian pemerintah.

Pengamat Ekonomi Sumber Daya Manusia (SDM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asfahyadin

Karenanya ia menyesalkan peran pemerintah dalam memanfaatkan masyarakat lokal, untuk dimasukkan bekerja di perusahaan-perusahaan tambang yang tengah dibangun di Sultra saat ini. Sementara pekerja asing dengan mudah masuk bekerja tanpa pengawasan yang ketat.

“Mungkin disengaja karena adanya kepentingan pihak-pihak tertentu. Sebab terbukti 600 TKA yang bekerja di VDNI Morossi merupakan pekerja kasar, dan masuk mengunakan visa kunjungan. Mulai dari tukang masak, buruh kasar, dan sebagainya,” ujar Asfahyadin yang juga dosen manajemen UHO saat di temui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Asfahyadin menyayangkan adanya TKA yang masih banyak melakukan pekerjaan di perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Sultra.

“Jika memang alasan pemerintah adalah tenaga kerja kita tidak siap, seharusnya pemerintah mengadakan pelatihan bagi tenaga kerja kita. Mendatangkan TKA dalam jumlah banyak saya kira itu bukan solusi,” ucapnya.

Asfahyadin menambahkan, selain dari mengurangi kesempatan kerja tenaga kerja lokal, kehadiran TKA juga akan berdampak terhadap dikuasainya sebagian daerah serta perekonomian Sultra. Mengingat semua TKA yang dihadirkan di Sultra seluruhnya berasal dari Cina.

Kalau tidak segera ditanggapi oleh pemerintah, itu akan fatal bagi masyarakat, khususnya masyarakat daerah pertambangan, imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah segera mengatasi persoalan TKA di Sultra dengan membuat regulasi. Kemudian pemerintah juga diharapkan membuat pelatihan tenaga kerja sehingga tenaga kerja Sultra siap untuk bekerja di beberapa perusahaan tambang di Sultra. (p9/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top