Turis TKA Berkeliaran di Konut – FAJAR Sultra
News

Turis TKA Berkeliaran di Konut

20161214_145847-e1481940824743-225x300

Sejumlah tenaga kerja aseng yang kini banyak di Konawe Utara

KENDARIPOS.CO.ID,WANGGUDU—Lagi-lagi orang aseng, lagi-lagi Tenaga Kerja Asing (TKA). Pihak imigrasi harus lebih teliti lagi dalam mengawasi setiap warga asing yang masuk Sultra. Tengok saja apa sekarang jadi buah bibir warga di Desa Morombo Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara saat ini. Di daerah itu, terlihat lima orang WNA yang diduga jadi tenaga kerja di perusahaan tambang berbendera PT Singaraja.

Sudah beberapa hari, lima orang asing itu berkeliaran di kampung tersebut. Secara fisik, mereka sepertinya berasal dari Tiongkok. Salah satu dari mereka adalah perempuan. Sehari-hari kelimanya bermukim di basecamp perusahaan itu. Dinas Tenaga Kerja setempat pun terlihat abai, karena tidak pernah melakukan pengecekan di lapangan.

Sayangnya, perwakilan perusahaan bagian produksi PT Singaraja, Slamet, enggan terlalu jauh bercerita tentang kehadiran lima warga asing di lokasi tersebut. Bahkan ketika ditanya apa yang dikerjakan lima orang asing itu, dirinya juga enggan terlalu detail membeberkan. “Mereka (TKA) sudah beberapa hari ada disini. Begitu-begitu saja (tinggal dibascame),” ujar Slamet ketika koran ini berkunjung di wilayah pertambangan Morombo, Rabu (13/12) lalu.

Sementara itu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Safaat mengaku pihak PT Singaraja tempat TKA bernaung belum melaporkan keberadaan TKA pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
“Belum ada laporan pada kami, memang rata-rata perusahaan tidak pernah menyampaikan jika mereka memperkerjakan TKA. Kadangkala nanti kami diberikan informasi baru kami turun lakukan pelacakan,” ujarnya Safaat, kemarin.

Terkait TKA pada PT Singaraja dirinya mengaku belum sama sekali menerima laporan. “Biasanya nanti kita yang lacak baru diberikan informasi. Biasanya mereka itu yang lakukan visa wisata. Makanya saya sering koordinasi dengan pihak Imigrasi untuk meminta data masalah TKA,” ujar Safaat.

Safaat mengaku dengan informasi itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dinas untuk mengambil langkah selanjutnya. “Nanti saya kroscek di provinsi dan berkoordinasi dengan pengawasan Disnakertrans Provinsi, untuk bersama-sama turun dilapangan untuk mengetahui dokumen keimigrasiannya. Karena itu nantinya yang akan menindak PPNS,” ujar Safaat.

Wakil Ketua DPRD Konut, H Sudiro, mendesak Disnakertrans Konut melakukan koordinasi dengan Imigrasi Kendari untuk mengetahui legalitas keberadaan TKA diwilayah pertambangan Morombo. Sebab, beberapa waktu lalu ada beberapa TKA yang ditangkap diwilayah pertambangan di Kecamatan Langgikima.

“Karena di wilayah Langgikima kemarin itu ada yang ditangkap karena visa yang digunakan visa wisata. Ternyata wilayah kerja mereka disektor tambang. Itu kan bertentangan dengan visa. Nah, kenapa Disnakertrans harus melakukan koordinasi, sebab fungsi Pemda yakni melakukan pengawasan,” ujar politisi PAN Konut. Makanya DPRD meminta agar Pemda Konut untuk secepatnya membuat perda tentang TKA. Mengingat wilayah Konut merupakan daerah pertambangan yang tidak menentu kemungkinan menjadi incaran para TKA.

“Ini informasi bagus karena ternyata di wilayah hukum Pemda Konut ada TKA. Karena pantauan selama ini Konut hanya dijadikan sebagai lintasan TKA yang masuk baik wilayah hukum Konawe maupun Morowali, Sulteng,” ujar mantan Sekda Konawe itu.
Dengan adanya informasi keberadaan tenaga kerja asing (TKA) diwilayah Desa Morombo Kecamatan Lasolo Kepulauan, DPRD berharap untuk secapatnya Pemda Konut untuk membuat gagasan pembentukan Raperda tentang TKA.

“Ini sebagai bentuk pengawasan Pemda terhadap TKA. Makanya saya meminta agar Disnakertrans secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Kendari, guna mengetahui legalitas mereka,” pinta mantan calon bupati Konut itu. (helmin)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top