Peninggalan PD II di Area Lanud Diteliti – FAJAR Sultra
News

Peninggalan PD II di Area Lanud Diteliti

KENDARI – Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UHO bersama Badan Arkeologi Sulawesi Selatan dan Lanud Haluoleo serta stake holder lainnya duduk bersama dalam diskusi perencanan pengembangan destinasi tempat wisata bekas peninggalan perang dunia ke II yang berlokasi di Lanud Halu Oleo, Minggu (17/12).

Focused Group Discussion dalam Perencaan Pengembangan Situs Kendari II Air Field Lanud Haluoleo, di Aula Fakultas Ilmu Budaya UHO, kemarin.

Sebelumnya, jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UHO bersama Badan Arkeologi Sulawesi Selatan bekerjasama melakukan penelitian di Sekitar Lanud Haluoleo mulai tanggal 7 hingga 16 Desember 2016. Hasilnya, sekitar 152 titik lokasi tempat peninggalan sejarah perang Dunia ke II berhasil didapatkan.

Seperti, penemuan 52 bunker tempat berlindung , 23 gudang amunisi , 8 fitur-fitur sejarah, 19 revetment tempat landasan pesawat, 50 struktur yaitu puing-puing bangunan tempat tinggal dan masih banyak lainnya.

Dosen jurusan Arkeologi UHO Sandy mengatakan, sejak tahun 2012 timnya telah melakukan kajian survei dan ekskapasi di Lanud dan telah membuat rancangan area, dimana pihaknya membuat beberapa klaster. Klaster revetmen di utara bandara, klaster bunker di selatan bandara dan klaster gudang amunisi berada ditimur bandara.

“Hasil Kajian penelitian akan kami sodorkan kepada para stake holder yang terlibat. Potensi dan rancangan simulasi pengembangan sudah ada, tinggal menunggu kerja sama terhadap semua stake holder yang ada,” ucapnya.

“Kami berharap ada kerjasama dari semua pihak terkait, misalnya dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan juga Kalanud sendiri,” lanjutnya.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa keterlibatan tidak hanya dilingkup daerah tetapi juga ada dorongan dari pemerintah daerah dalam hal ini bupati ke pusat, agar diberi prioritas pembangunan dan juga perizinan lokasi.

Katanya, kedepan tempat tersebut bisa menjadi destinasi wisata edukasi bagi dunia pendidikan sekaligus menjadi tempat kunjugan masyarakat umum maupun mancanegara.

“Namun, semua tergantung kebijakan daerah yang memegang kebijakan, kami hanya menyiapkan data. Tahun 2017 bisa jadi ada salah satu area yang menjadi objek wisata, yaitu disebelah selatan Lanud, tempat tersebut terdapat banyak bunker camp,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Keselamatan Penerbangan dan Kerja Lanud Haluoleo Kapten Asnim S. SPd MSi mengatakan, bahwa pihak Lanud sendiri sejak dari dulu telah memberikan izin penelitian ke pihak jurusan arkeologi UHO dan Balar Sulsel. Pihaknya sangat mendukung rencana pengembangan destinasi wisata disitu.

“Lanud dan komandan Lanud haluoleo mempersilakan penelitian ini. Hasil penelitian ini akan disampaikan secara rinci kepada Danlanud sebagai pemegang kekuasaan. Sekarang ini justru menjadi puncak dari pada keseluruhan penelitian, mulai dari survei sampai ekskapasi. Sakarang tinggal menunggu kesepakatan beberapa pihak terkait,” ungkapnya.

Selain itu, terkait pengembangan situs, perlu beberapa proses, dimana proses pertama adalah hasil peniltian, kajian ilmiah, kemudian diperkuat dengan dasar dasar hukum, termasuk historinya.

“Ada juga kebijakan-kebijakan terkait regulasi, tentu kami akan duduk bersama bagaimana untuk pengembangan ataupun prospek situs banker ini, menjadi destinasi wisata yang ada Sultra,” pungkasnya. (hrs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top