Peras Warga Dua Wartawan Bodrex Diamankan – Fajar Sultra
News

Peras Warga Dua Wartawan Bodrex Diamankan

WAKATOBI – Dua orang mengaku wartawan Koran Penyelidik Korupsi (KPK), masing-masing bernama Heri Saputra (30), warga Dusun Mekar, Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangiwangi selatan dan Supriadi (44), warga Desa Ambesea, Kabupaten Konawe Selatan terpaksa di amakan satuan Polres Wakatobi saat menggelar Operasi Tanggkap Tangan (OTT) atas laporan korban pemerasan.

Dua wartawan KPK, Heri dan Supriadi, pelaku pemerasan di amankan di polres Wakatobi.

Penangkapan yang dilakukan, Kamis 15 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 Wita berlokasi di kamar 1 Losmen Babo, Desa Mola Utara Kecamatan Wangiwangi selatan, Kabupaten Wakatobi.

Penangkapan keduanya bermula dari laporan Rustam, Kades Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa kepada anggota Polres Wakatobi, sebab merasa telah di rugikan akibat beberapa kali diancam dan di peras.

Modus pelaku dengan mengaku sebagai wartawan KPK, kemudian menghubungi korban terkait aduan masyarakat tentang penyelewengan pengelolaan dana ADD di Desa Samabahari.

Atas dasar itu, kedua pelaku lalu meminta korban menemuinya di Losmen Babo. Korban kemudian memenuhi keinginan keduanya, namun sebelum menuju lokasi tersebut, korban terlebih dahulu telah menyampaikan perihal yang dialaminya kepada dua anggota Polres Wakatobi, merasa terintimidasi karena di ancam, korban lalu menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2 juta.

” Setelah menerima uang tersebut, keduanya langsung pergi meninggalkan losmen Babo,” beber Rustam, Korban pemerasan menceritakan kronologi kejadian.

Ternyata bukan baru kali itu, korban mengaku sudah diperas sebanyak empat kali dengan modus yang sama. Akibatnya, total kerugian yang di alaminya sebesar Rp.7.500.000.

Beberapa saat kemudian, setelah korban melapor, dua anggota Polres seketika langsung melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku di Polres Wakatobi guna menjalani proses hukum.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, uang tunai senilai Rp 2 juta, dua buah telepon genggam merek nokia dan vivo yang di gunakan untuk menghubungi korban, serta dua kartu tanda anggota pers.(p14/b/hum)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top