Jalan Setengah Mati Desa Lambotua – FAJAR Sultra
News

Jalan Setengah Mati Desa Lambotua

ABDUL RAHIM/BERITA KOTA KENDARI

RUSAK PARAH. Beginilah kondisi sebagian jalan dari kota Kecamatan Mowewe menuju Desa Lambotua. Setiap harinya, warga setempat harus melewati jalan tersebut setiap harinya.

TIRAWUTA, BKK– Infrastruktur jalan sampai saat ini masih banyak dipusatkan di kota-kota kabupaten atau daerah yang banyak penduduknya. Sementara di daerah terpencil, masyarakatnya harus rela berjuang setengah mati melintasi jalanan yang rusak parah.

Jalanan yang masih beralas tanah, permukaan tidak rata, belahan yang panjang dan menganga, serta lubang-lubang yang dalam karena dilindas oleh kendaraan bertonase berat, merupakan jenis jalanan yang ditemui saat menuju desa terpencil. Salah satunya jalanan dari pusat Kecamatan Mowewe ke Desa Lambotua.

Dengan kondisi seperti ini, jalanan tersebut harus dilalui dengan perjuangan yang makan hati. “Kalau hujan Pak, harus hati-hati karena jalannya masih tanah. Sangat licin. Sudah banyak mi orang yang jatuh, terutama kalau pake motor,” kata Suhardi, warga Desa Lambotua kepada Berita Kota Kendari.

Pengendara tak hanya harus mewaspadai licinnya jalanan pada musim penghujan, tetapi juga harus fokus pada tikungan. Salah gerak, ban motor bisa terslip dan mengakibatkan kecelakaan.

Menurut Suhardi, buruknya kondisi jalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Karena tak punya drainase, saat hujan, air akan langsung masuk ke celah-celah rekahan. Sehingga banyak bagian jalan yang ambles.

Jika musim kemarau, bagian bawah jalanan yang sebelumnya terkikis oleh air menjadi retak dan berlobang. Para pengendara motor pun masih harus disiksa dengan pekatnya debu.

“Ini tiap hari kita lalui, karena banyak warga yang berurusan ke Mowewe. Banyak juga orang kerja dan anak sekolah. Karena jarak ke Mowewe sebenarnya tidak begitu jauh. Hanya beberapa kilo saja,” tuturnya.

Camat Mowewe, Wasirudin mengakui sudah pernah mengusulkan peningkatan infrastruktur jalanan tersebut. Hanya saja, program tersebut belum bisa direalisasikan pada tahun ini.

“Saya juga baru beberapa bulan dilantik jadi camat. Tapi jalanan itu sudah pernah kami usulkan di APBD, tapi belum bisa. Makanya kami berusaha agar jalanan ke desa itu bisa dicover di APBN 2017. Mudah-mudahan berhasil,” tandasnya. (k3/b/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top