Lima Daerah Ogah Anggarkan JKN – Fajar Sultra
News

Lima Daerah Ogah Anggarkan JKN

KENDARI – Kewajiban pemerintah daerah mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di Sultra hingga kini belum berjalan maksimal. Terbukti, dari 17 kabupaten kota masih ada lima kabupaten yang belum melaksankan kewajiban tersebut.

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata saat menyerahkan dokumen MOu komitmen BPJS Kesehatan kepada Kepala BPJS Kesehatan Region IX Sulselbar Tenggara Maluku Mariamah, di ruang pola kantor gubernur, Rabu (21/12).

Lima daerah ini enggan menganggarkan anggaran program integrasi Jamkesda ke JKN melalui APBD setiap tahunnya untuk keikutsertaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata mengungkapkan hingga akhir Desember 2016 masih ada lima kabupaten yang belum menganggarkan program JKN melalui APBD. Padahal yang lainnya sudah melaksanakannya. Lima kabupaten tersebut adalah Muna Barat, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Bombana dan Konawe.

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata saat mendampingi Kepala BPJS Kesehatan Region IX Sulselbar Tenggara Maluku Mariamah saat melakukan penandatanganan komitmen bersama BPJS Kesehatan dengan Pemda se-Sultra, di ruang pola kantor gubernur, Rabu (21/12).

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata saat mendampingi Kepala BPJS Kesehatan Region IX Sulselbar Tenggara Maluku Mariamah saat melakukan penandatanganan komitmen bersama BPJS Kesehatan dengan Pemda se-Sultra, di ruang pola kantor gubernur, Rabu (21/12).

“Dalam penganggaran program JKN ini kan banyak cara. Bisa bekerjasama dengan Pemprov Sultra, atau bisa saja melalui APBD kabupaten atau kota sendiri jika sudah mampu. Dari 17 kabupaten sejauh ini masih ada lima kabupaten itu yang belum anggarakan melalui APBD,” ungkap usai acara penandatangan komitmen bersama BPJS Kesehatan dengan Pemda se-Sultra, Rabu (21/12).

Untuk tahun 2017, pasangan Gubernur Nur Alam ini belum bisa memastikan apakah ke lima daerah itu menganggarkan dalam dokumen APBD nya atau tidak. Apalagi, secara jelas dia belum memeriksa evaluasi APBDnya.

“Mudah-mudahan mereka masukan 2017, Nanti coba saya lihat hasil APBDnya semoga dimasukkan, dan kami tetap menekankan agar hal ini menjadi salah perhatian khusus bagi pemerintah daerah,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Region IX Sulselbar Tenggara Maluku Mariamah saat memberikan sambutan mengatakan dari jumlah keseluruhan masyarakat Sultra 2,5 juta jiwa, baru sekitar 1,5 juta jiwa atau 62 persen yang sudah masuk dalam program JKN, sehingga masih ada sekitar 38 persen belum terdaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Sementara, untuk iuran yang dibayarkan melalui APBD sendiri baru sekitar 75.000 jiwa,” ungkap Mariamah.

Secara rinci, dia menyebutkan Kota Kendari sekitar 5,8 ribu jiwa, Bau-bau 4,5 ribu jiwa, Kabupaten Konsel 10 ribu jiwa, Konut 15 ribu jiwa, Konawe 1,2 ribu jiwa, Kolaka 14 ribu jiwa, Kolut 2 ribu, Koltim 5,5 ribu jiwa, Buton 1 ribu jiwa, Butur 2,4 ribu jiwa, Muna 8 ribu jiwa dan Kabupaten Wakatobi 5 ribu jiwa.

Melihat komitmen dari pemda di Sultra menurut dia terus meningkat terbukti sejak 2014 hanya iuran BPJS melalui APBD sekitar 16 ribu jiwa, ditahun 2015 menjadi 35 ribu jiwa dan ditahun 2016 meningkat jadi 75 ribu jiwa.

Olehnya itu dia berharap dengan pertemuan kegiatan dan pertemuan penandatangan komitmen bersama BPJS Kesehatan dengan Pemda se-Sultra ini dapat memberikan kesadaran kepada pemda untuk terus meningkatkan komitmennya dalam menyelenggarakan JKN demi terwujudnya kepesertaan JKN-KIS mencakup seluruh Indonesia paling lambat 1 Januari 2019 melalui peningkatan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan dan mendorong partisipasi masyarakat serta meningkatkan kepatuhan kepesertaan.

Dalam acara tersebut, hadir semua pemerintah daerah, baik bupati, walikota, ataupun wakil bupati dan wakil walikota se kabupaten kota. Hadir pula kepala perwakilan BPJS Kesehatan Kota Baubau dan Kota Kendari. (hrs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top