Pelaku Pengeroyokan Terancam Sembilan Tahun Penjara – FAJAR Sultra
News

Pelaku Pengeroyokan Terancam Sembilan Tahun Penjara

KENDARI – Laode Rafles alias La Bot terpaksa harus diseret melalui sebuah kapal penumpang KM Bahari dari Pulau Muna menuju Pusat Ibukota Provinsi Sultra, Kendari usai dibekuk oleh Aparat Reskrim Kepolisian Sektor Poasia Polres Kendari di jalan Poros Desa Lohia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna pada minggu (18/12) lalu.

Laode Rafles alias La Bot tersangka pengeroyokan dalam pengawalan ketat Aparat Reskrim Kepolisian Sektor Poasia saat tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari melalui Kapal cepat KM Bahari.

La Bot ditangkap usai menjalani masa buron dan melarikan diri dari pengejaran Kepolisian atas kasus tindak pidana pengeroyokan di depan kampus Universitas Haluoleo pada 11 November 2016 lalu.

“Ia melarikan diri di kampung halamannya sudah satu bulan lebih saat setelah kejadian pengeroyokan,” kata Kapolsek Poasia Kompol Haeruddin, saat dikonfirmasi pada awal pekan ini.

Perwira Polisi dengan satu melati dipundaknya itu menuturkan bahwa tersangka La Bot merupakan otak pengeroyokan yang terjadi di depan Kampus Universitas Haluoleo (UHO).

Akibat perbuatan tersangka bersama rekan-rekannya tersebut lanjut Kapolsek, korban bernama Mustaba harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat mengalami luka bekas penganiayaan di bagian kepala dan sekujur tubuh.

Pada peristiwa kelam 11 November 2016 tersebut bermula saat Mustaba (korban) berkunjung ke acara wisuda rekannya di Lorong Torikale, Jalan H.E.A Mokodompit Kelurahan lalolara.

“Diacara tersebut korban bersama rekan-rekannya menkonsumsi miras,” ucap Haeruddin.

Tidak berselang lama muncul La Bot dan rekan-rekannya ikut berpesta miras brsama-sama dengan korban. Karena tersangka anarkis saat minum korban bersama temannya berpindah tempat ke kamar temannya.

“Teman korban meminta rekannya untuk segera mengamankan Mustaba dan untuk dibawah pulang. Karena mereka takut jangan sampai Mustaba ribut dengan La Bot,” kata saksi berinisial As melalui Kapolsek Poasia.

Saat bertemu antara As dan La Bot terjadi perdebatan alot, tidak lama kemudian muncullah korban bersama rekannya. Sayanynya kehadiran korban di lokasi tersebut malah bernasib sial bagi korban dan rekan-rekannya.

“Mustaba, As dan An malah dikeroyok oleh tersangka bersama kelompoknya,” pungkasnya.

Bersama temannya korban bersama dua rekannya berhasil melarikan diri. Tapi sayang seribu sayang Mustaba yang saat itu sempat melarikan diri mengikuti jejak dua rekannya yang lebih dulu melarikan diri darai pengejaran tersangka, malah terjatuh.

“Saat korban terjatuh disaat itu dia dikeroyok dan dianiaya dengan menggunakan kayu dan batu,” jelas Kapolsek.

Terhadap tersangka kini telah diamankan ke Jeruji Besi Polsek Poasia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Atas perilakunya tersebut tersangka melanggar tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP, dapat dipidana maksimal sembilan tahun penjara. (p2/b/alp)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top