30 Persen Warga Sultra Belum Punya Akta Lahir – Hacked by TryDee
News

30 Persen Warga Sultra Belum Punya Akta Lahir

ILUSTRASI

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Kesadaran warga Sultra memiliki akte kelahiran menunjukan progres positif. Bila tahun lalu, tingkat kepemilihan akte kelahiran masih berada pada angka 28 persen. Pada tahun 2016, meningkat menjadi 70 persen. Dari 17 kabupaten, Konawe dan Konawe Kepulauan (Konkep) masih menduduki peringkat teratas dengan capaian diatas 80 persen. Sementara Kolaka dan Kolaka Timur (Koltim) yang tingkat kepemilikan akte kelahiran pada tahun 2015 lalu yang hanya sekitar 3,46 dan 3,52 persen telah mencapai 60 persen.

“Alhamdulillah, tingkat kepemilikan akte kelahiran terus membaik. Hingga akhir tahun ini sudah mencapai 70 persen. Hal ini tak lepas upaya pemerintah daerah, membenahi sistem administrasi kependudukan. Selama diberlakukan SIAK tahun 2013 lalu, banyak data yang belum sempat terinput termasuk pencatatan akte kelahiran ini. Makanya, realisasi kepemilikan akte relatif kecil,” kata Muhammad Fadhlan, Kabag Kependudukan Biro Pemerintahan Setprov Sultra, Jumat (23/12).

Mantan Kabag Protokoler ini mengapresiasi kerja keras Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota. Tidak hanya dalam menjaga sinergitas dengan provinsi, namun dalam merespon juknis dari pusat. Apalagi realisasi capaian akte kelahiran menjadi acuan pelaksanaan Kartu Identitas Anak (KIA). Dari 17 daerah, hanya Konawe yang dipercaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan program ini. Pasalnya, tingkat kepemilikan akte kelahirannya yang paling tinggi sekitar 52 persen pada tahun lalu.

“Untuk tahun 2017, pemerintah belum mendapat informasi menyangkut pelaksanaan program KIA ini. Namun bila merujuk pada juknis, mekanismenya mengacu pada capaian realisasi akte kelahiran. Karena anggarannya terbatas, kemungkinan hanya 1 atau 2 daerah saja yang kebagian,” ujar Fadhlan.

KIA, kata alumnus IPDN ini, layaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kartu ini menjadi tanda pengenal atau bukti sah bagi anak yang ingin mendapatkan pelayanan atau mengurus dokumen lainnya. Mulai kesehatan, pendidikan (masuk sekolah), pasport dan program lainnya. Untuk mendapatkan KIA, anak harus memiliki akte kelahiran. KIA ini digunakan anak yang diberusia 0 s.d 17 tahun. Hal ini bagian dari upaya pemerintah mendata penduduk sejak dini.

“Untuk kepastiannya, kami masih tunggu putusan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Secara persyaratan, sejumlah daerah di Sultra telah memenuhi kriteria. Pelaksaaan program ini akan membantu pemerintah dalam membenahi sistem kepedudukan. Setelah memasuki usai 17 tahun, KIA akan digantikan dengan KTP,” pungkasnya. (Amal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top