Siklon Tropis Picu Cuaca Buruk. Simak Nih … – FAJAR Sultra
News

Siklon Tropis Picu Cuaca Buruk. Simak Nih …

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir ini kurang bersahabat. Hujan lebat yang disertai angin kencang kerap dirasakan terutama menjelang sore atau malam hari. Peristiwa alam ini dipengaruhi dua siklon tropis. Siklon Nock-ten yang terjadi Samudera Pasifik dan siklon Yvette di Samudera Hindia mengakibatkan status kelembaban udara terus meningkat. Pasalnya, suplai massa udara basah dari dua wilayah ini menyebabkan terjadinya pembentukan awan-awan hujan termasuk awan Culumusnombus (Cb).

Di sisi lain, tekanan udara rendah yang terjadi disebagian besar perairan di Indonesia memicu pertumbuhan awan. Di beberapa perairan, tekanan udara mencapai 992 mb. Kondisi ini cukup normal lantaran wilayah Sultra telah memasuki musim penghujanan. Apalagi posisi matahari terus bergerak menuju arah Selatan equator.

Kasie Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas mengatakan intensitas curah hujan memasuki bulan Januari akan meningkat. Pada bulan depan, seluruh wilayah di Sultra telah memasuki musim penghujanan termasuk Kendari. Makanya, siklon tropis yang terjadi pada musim penghujanan akan bermunculan. Sejak tanggal 22 Desember, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya siklon Nock-ten dan Yvette.

Untuk siklon Nock-ten jelas prakirawan cuaca ini, tetap memberi efek pada cauca di Sultra namun tidak signifikan. Apalagi jaraknya cukup jauh atau berjarak 1.140 kilometer dari Biak, Papua. Namun badai siklon yang diciptakannya cukup besar mempengaruhi kondisi atmosfir. Pasalnya, pergerakan udara antara 25 s.d 30 kilometer perjam. Pada waktu tertentu, kekuatannya mencapai 95 kilometer perjam.

Sementara siklon Yvette yang terjadi di sebelah Selatan Bali (Samudera Hindia), sangat dirasakan efeknya. Siklon yang terjadi di 14,4 Lintang Selatan (LS) dan 114,4 Bujur Timur (BT) berjarak 630 kilometer Denpasar ini memicu intensitas hujan sedang hingga lebat. Makanya, mulai tanggal 23 Desember sebagian wilayah Sultra diguyur hujan lebat. Seperti Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Konawe Selatan (Konsel) serta Kolaka Utara (Kolut).

Kondisi cuaca yang akan terus terjadi. Pasalnya, ada potensi penguapan di Laut Banda dan beberapa perairan di Sultra. Hanya saja, aktivitas pembentukan awan mulai berkurang. Berdasarkan pengamatan atmosfer skala global, indikatornya mulai berangsur normal. SOI-nya berada pada level 2,4 (suplai air dari Samudera Pasifik mulai berkurang. Begitupun dengan Samudera Hindia yang suplai airnya berada pada angka -0,23. Namun baru bagian Indonesia Barat saja.

“Kendati demikian, potensi hujan lebat bisa tetap terjadi. Sebab belokan angin dan konvergensi diprediksi terjadi di Sultra. Makanya, kami berharap warga tetap waspada. Pada saat tertentu, hujan akan disertai angin kencang. Meningkatnya intensitas hujan berpotensi menyebabkan musibah. Seperti bencana banjir, genangan air, longsor hingga pohon tumbang. Termasuk ketinggian gelombang,” pungkas pria yang akrab dengan awak media ini. (mal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top