Hutan Lindung Dirambah, Polda Sultra Tunggu Laporan Dishut – FAJAR Sultra
News

Hutan Lindung Dirambah, Polda Sultra Tunggu Laporan Dishut

LOKASI IUP PT SSU di Kabaena

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) siap menindaklanjuti temuan tim Dinas Kehutanan (Dishut) Sultra yang mencurigai adanya pembukaan dan perusakan hutan lindung seluas 348 meter yang terdapat di lokasi pertambangan PT Surya Saga Utama (PT SSU). Meski demikian, Polda Sultra masih menunggu pelimpahan secara resmi dari Dishut Sultra.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sultra, AKBP Wirasatya Triputra Sik membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke PT SSU. Namun, ia mengaku belum menemukan pelanggaran tindak pidana yang dilakukan oleh PT SSU. “Soal pembukaan lahan oleh PT Cahaya Saga Utama (PT CSU) saya belum tau. Penerjunan tim kemarin hanya berfokus pada kecurigaan atas pelanggaran yang dilakukan oleh PT SSU,” jelas AKBP Wirasatya Triputra saat ditemui diruangnnya, di Polda Sultra, Kendari, kemarin (27/12).

Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya berfokus pada kecurigaan seperti aktivitas yang sudah dilakukan PT SSU diarea kawasan hutan lindung ataupun hutan produksi. Namun, ia kembali menegaskan bahwa PT SSU paska penerjunan tim belum melakukan kegiatan pertambangan. “Terkait dengan izin dan kecurigaaan pelanggaran belum kami temukan. Saat ini mereka pun masih berfokus dalam pembangunan smelter saja, belum ada aktivitas lain,” paparnya.

Sementara itu terkait dengan pembukaan lahan yang ditemukan oleh tim Dishut Sultra, pihaknya telah melakukan koordinasi terlebih dahulu. Wirasatya pun mengaku pihaknya telah mendapatkan titik koordinat lokasi pembukaan hutan lindung yang dimaksud oleh Dishut. “Sekarang kita tinggal menunggu pelimpahan dari Dishut. Kalau sudah dilimpahkan kita siap untuk menindaklanjuti hal tersebut,” tegasnya.

Wirasatya juga mengatakan, berdasar data yang diperoleh, bahwa izin pembuatan Pelsus oleh PT CSU memiliki lokasi yang berbeda dari lokasi pembukaan lahan hutan lindung sesuai dengan temuan Dishut Sultra. Namun, apa yang menjadi temuan Dishut Sultra tetap akan menjadi perhatiannya. “Kalau sudah dilimpahkan, apa yang menjadi temuan Dishut Sultra tetap kita akan tindak lanjuti. Saya tetap profesional apapun ceritanya apapun bentuknya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menindak lanjuti,” tegasnya.

Ditanyakan soal masalah IMB pembangunan semelter, Wirasatya mengnjelaskan bahwa PT SSU telah memiliki izin tersebut. Ia mengatakan persoalan perizinan yang tidak melalui dinas tata ruang tapi langsung ke Asisten III itu bukan kesalahan pemilik izin. Menurutnya persoalan IMB PT SSU yang diperdebatkan adalah kesalahan proses administrasinya. “Ada satu tahapan yang tidak dilalui PT SSU dalam penerbitan IMB pembangunan smelter. Kasarnya ada potong kompas dalam penerimaan izin tersebut,” katanya.

Sementara itu terkait dengan IMB yang dimiliki PT SSU itu sah. Ia menjelaskan secara faktual pemda setempat sudah mengeluarkan izin yang ditandatangani oleh Bupati. “Kita sudah meminta ahli dan tidak menemukan pelanggaran pidana disana. Jadi, kalau ada proses yang kurang pas dan izin itu dianggap tidak sah maka yang berhak mengatakan itu tidak sah adalah putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kemudian jika hal tersebut dinyatakan salah maka, kesalahan juga bukan pada pemegang izin,” ungkapnya.

Ditanyakan soal adanya kick back dalam penerbitan IMB pembangunan smelter PT SSU, Wirasatya menolak untuk berkomentar. “Saya tidak mau berandai-andai. Kita juga masih mencari pelan-pelan, kalau ada yang memiliki informasi maka silahkan laporkan ke kita,” pungkasnya. (yog)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top