Berantas Narkoba Belum Maksimal – FAJAR Sultra
News

Berantas Narkoba Belum Maksimal

Kepala-BNNP-Sultra-Kombespol-Fauzan-Jamal-1

♦ 424 Pecandu Narkoba Direhabilitasi

KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara merilis data kasus narkoba sepanjang tahun 2016, dalam laporan akhir tahunnya yang digelar di kantor BNNP Sultra, pada 27 Desember 2017.

Dari rilis itu terungkap, sepanjang 2016, BNNP Sultra telah merehabilitasi penguna narkoba sebanyak 424 orang. Angka ini dinilai mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebanyak 792 orang. sebagai pecandu narkoba.

Kepala BNNP Sultra Fauzan Jamal

Dari 424 orang, mayoritas berjenis kelamin laki-laki, dan sisanya sebanyak 109 adalah perempuan.

Khusus pasien dari BNNP Sultra sendiri sebanyak 181 orang, BNN kota Kendari sebanyak 147 orang, BNN Kabupaten Kolaka 56 orang, dan pasien BNN Kabupaten Muna 37 orang.

Jika digolongkan berdasarkan umur, pasien penyalahguna narkoba yang berumur 10-14 tahun sebanyak 37 orang, usia 15-19 tahun sebanyak 128 orang.

Usia 20 hingga 44 tahun cukup banyak mencapai 245 orang, sedangkan usia 45-54 sebanyak 14 orang.

Jika dirata-ratakan pasien penyalahguna narkoba tahun 2016 ini didominasi tamatan SMA sebanyak 260 orang menyusul kemudian tamatan SMP 109 orang.

Tamatan SMA dan SMP merupakan penguna terbanyak pecandu narkotika. Sedangkan yang berpendidikan S1 dan S2 mencapai 30 orang, tidak sekolah sebanyak 5 orang dan tamatan SD sebanyak 16 orang.

Sedangkan jumlah pasien penyalahguna narkoba BNNNP Sultra tahun 2016 berdasarkan jenis pekerjaan diantaranya tidak bekerja sebanyak 96 orang, pelajar 114 orang, mahasiswa 14 orang, karyawan 39 orang, PNS 27 orang, TNI/Polri 30 orang, lain-lainnya berjumlah 121 orang.

“Untuk pasien penyalahguna sabu 284 orang, ganja 20 orang, Benzo 101 orang, dan lem Fox 19 orang,” sebut Kepala BNNP Sultra Fauzan Jamal.

Dirinya sendiri mengakui, memberantas dan memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Bumi Anoa bukanlah pekerjaan mudah, dibutuhkan sarana dan prasarana termasuk sumber daya manusia, komponen ini menurutnya adalah hal yang sangat penting, guna mendukung kegiatan tersebut.

Sementara lanjutnya, saat ini komponen tersebut masih minim atau terbatas.

Dirinya menyebutkan, dari 17 kabupaten/kota BNNP Sultra baru memiliki tiga kantor cabang yaitu Kota Kendari, Kolaka dan Kabupaten Muna. “Sementara di kabupaten/kota lainnya belum ada, sebenarnya pemerintah kabupaten lainnya sudah mendukung dengan memberikan lahan untuk di bangun kantor, tetapi anggaran yang dibutuhkan BNNP belum mencukupi untuk membuka kantor perwakilan di daerah (kabupaten/kota),” ujar Fauzan.

Semestinya, kata Fauzan, dalam memberantas peredaran gelap narkoba, harus dilakukan secara bersama-sama antara semua stakeholder yang didukung masyarakat luas, agar target tersebut bisa diwujudkan.

Ia juga menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, BNN Sultra melakukan upaya maksimal dengan mempersiapkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia pendukung untuk melakukan rehabilitasi yakni melakukan konsultasi dan koordinasi dengan lembaga terkait untuk persiapan tempat rehabilitasi.

Berbagai upaya telah diupayakan BNNP dalam memberantas peredaran gelap narkoba yaitu melelui tes urin diberbagai instansi, kegiatan pencegahan berupa advokasi dan deseminasi informasi, pemberdayaan masyarakat dikemas dalam bentuk penyuluhan. Hal itu digaungkan untuk meningkatkan potensi diri sehingga lebih produktif dan diharapkan mampu mengubah Daerah rawan narkoba menjadi lebih kondusif. (p2/b/ags)

Data Penguna Narkotika Sepanjang 2016

♦ Penguna Narkotika Direhabilitasi 792 orang tahun 2015
Penguna Narkotika Direhabilitasi 424 orang tahun 2016

♦ Dari 424 orang Mayoritas laki-laki ….. orang
Perempuan 109 orang.

♦ Khusus pasien BNN Provinsi 181 orang.
BNN Kota Kendari 147 orang.
BNN Kabupaten Kolaka 56 orang
BNN Kabupaten Muna 37 orang.

♦Pasien penyalahguna paling banyak Berusia 20-44 tahun mencapai 245 orang
Berumur 10-14 tahun sebanyak 37 orang
Berumur 15-19 tahun sebanyak 128 orang.
Berumur 45-54 tahn sebanyak 14 orang.

♦Rata-rata penyalahguna narkoba tahun 2016 didominasi tamatan SMA (260) orang dan SMP (109).

♦Pasien penyalahguna sabu sebanyak 284 orang
Ganja 20 orang,
Benzo 101 orang,
Lem Fox 19 orang

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top