Ambil Peran Kembangkan Wisata Sultra – FAJAR Sultra
News

Ambil Peran Kembangkan Wisata Sultra

KIRIAN-BAWAHPariwisata-Sultra-Masih-Terkendala-Di-Akses-768x1024

KENDARI – PT Garuda Indinesia ikut mengambil peran dalam peningkatan perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya sektor pariwisata. Peran tersebut dilakukan melalui dukungan fasilitas dan infrastruktur penerbangan.

General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Kendari, Gatot Rijadi mengatakan, yang menjadi permasalahan pengembangan sektor pariwisata di Sultra adalah konekitifitas sarana dan prasarana akses. Sebab Sultra merupakan wilayah kepulauan sehingga membutuhkan jalur udara maupun laut untuk dapat mengakses perekonomian daerah-daerah di Sultra.

Gatot Rijadi

“Untuk dapat mengakses pariwisata Sultra seperti di Wakatobi, Labengki, dan lain sebagainya itu masih high cost,” kata Gatot saat ditemui di kegiatan coffee morning di Grand Clarion Hotel Kendari, Jumat (30/12).

Selain biaya yang tinggi, untuk dapat mengakses wisata Sultra juga masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab di Sultra masih kekurangan fasilitas yang dapat memudahkan wisatawan untuk mengakses wisata yang ada.

Kemudian infrastruktur yang tersedia juga masih kurang, seperti hotel, jalan, serta transpirtasi darat. Hal ini yang membuat wisata kita kurang diminati wisatawan.

“Kita bandingkan dengan Bali, orang akan lebih memilih ke Bali dibandingkan ke Sultra. Sebab selain butuh biaya tunggi, waktunya juga lama. Padahal pitensi kita tidak kalah dengan wisata lain,” ungkap Gatot.

Ia mengungkapkan, pihaknya berupaya menyediakan layanan dan fasilitas yang bisa memudahkan wisatawan. Seperti yang sudah dilakukan saat ini, PT Garuda Indonesia sudah beroperasi di beberapa daerah di Sultra, seperti di bandara Kendari, Kolaka, dan Baubau.

“Kedepannya kita upayakan bisa ke Wakatobi dan Muna. Tentunya itu kami harapkan adanya kerja sama pemerintah dan semua pihak,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sementara melakukan fisibilitas study untuk penerbangan Muna-Makassar. Hal itu bertujuan agar wisatawan dapat mengakses wisata budaya di Muna dengan wilayah historycalnya, seperti layang-layang bersejarah.

“Kalau seluruh elemen bekerja sama dengan baik dalam mengenbangkan pariwisata kita, itu dapat meminimalisir cost serta meningkat jumlah wisatawan yang akan berkunjung,” tutupnya. (p9/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top