Kuasa Hukum Berharap Pekan Ini Ada Tersangka – FAJAR Sultra
News

Kuasa Hukum Berharap Pekan Ini Ada Tersangka

Laporan Pemerasan Terhadap Najmuddin Haruna

KOLAKAPOS, Kolaka–Laporan polisi yang dilayangkan Najmuddin Haruna, terkait pemerasan yang dilakukan dua oknum Kejari Kolaka, terus diproses Polres Kolaka. Kuasa hukum Najmuddin, Agung Kanna SH.,MH, berharap dalam waktu dekat ini akan dilakukan gelar perkara dan dilakukan penetapan tersangka.

Saat ini kata pengacara kondang asal Makassar, laporan tersebut telah masuk tahap penyelidikan. Beberapa saksi telah dipanggil penyidik Polres Kolaka untuk dimintai keterangan. Bahkan kliennya, juga diperiksa sekitar lima jam sebagai saksi pelapor. Ia memberi pujian atas respon Polres Kolaka yang berani menangani kasus tersebut. “Ini adalah salah satu bentuk kepedulian aparat terhadap supermasi hukum yg adil dan tidak pandang bulu,” jelasnya.

Agung mengatakan, selain kliennya, penyidik juga etlah memanggil tiga saksi lainnya dalam kasus pemerasan. Pemangilan saksi itu terangnya untuk memenuhi syarat minimal dua alat bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. “Kita berdoa saja dalam minggu ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka, sesuai amanah UU pidana,” katanya.

Najmuddin Haruna alias Jojon melaporkan dua petinggi Kejari Kolaka untuk kasus pemerasan terhadap dirinya. Selain itu, dia juga melapor pencemaran nama baik atas dirinya dan perusahaannya yang dilakukan oleh oknum Kejari bersama oknum LSM. Agung melihat, kehadiran Jojon di Polres saat dimintai keterangan sebagai saksi, merupakan bukti bahwa kliennya taat dan patuh hukum. “Kami datang di Mapolres karena panggilan penyidik. Kami juga membawa barang bukti dan alat bukti atas dugaan pemerasaan. Kami sdh memberikan keterangan dan menyerahkan barang bukti. Sy meminta kita bersama mengawal kasus ini sampai di Pengadilan, karena kasus ini melibatkan oknum penegak hukum dan sangat mencoreng nama baik penegak hukum di indonesia. (hrn)

Kolaka Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top