Pemprov Sultra Lepas Tahun 2016 dengan Zikir – FAJAR Sultra
News

Pemprov Sultra Lepas Tahun 2016 dengan Zikir

Dzikir-dan-doa-bersama-menjelang-pergantian-tahun-di-rujab-gubernur-sultra-by-LMSYHDA-5-1024x682

KENDARIPOS. CO. ID KENDARI- Melepas tahun 2016 menuju tahun baru 2017 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) sugukan nuansa religius. Menyambut tahun 2017 Pemprov Sultra memilih untuk melakukan zikir akbar dan doa bersama yang dipusatkan di pelataran rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra.

Sejumlah pejabat Pemprov Sultra dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) hadir dalam acara pergantian tahun tersebut. Acara yang mengangkat tema “Memahami Hikmah Waktu dalam Pergantian Tahun” dimulai sekitar pukul 21.00 Wita. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Hj Sitti Sulaeha Abbas.

Selanjutnya, pembacaan tausiah yang dibawakan oleh ustad Jahada. Namun, sebelum ustad Jahada menuju panggung, terdengar suara protes dari Gubernur Sultra, Nur Alam. “Lebih besar panggungnya dari pada peserta yang hadir,” kata Nur Alam disela-sela pelaksanaan zikir akbar dan doa bersama yang dilaksanakan di pelataran Rujab Gubernur Sultra, Kendari, Sabtu (31/12).

Dalam tausiahnya Ustadz Juhada menjelaskan soal kesempuranaan waktu. Ia mengatakan waktu yang bermanfaat adalah waktu yang dapat menghasilkan karya dan prestasi. Sementara waktu yang kosong dan tidak dapat dimanfaatkan hanya akan dapat memberikan kerugian pada manusia. Dalam proses perjalanan waktu juga terdapat ujian. Setiap ujian memiliki tingkatan, semakin tinggi derajat manusia akan semakin tinggi ujian yang diberikan oleh allah.

“Analoginya, ujian anak SD akan berbeda dengan ujian anak SMP begitu juga SMA, S1,S2 dan S3. Ujian S3 adalah ujian tersulit namun jika tawakal dan sabar maka mereka mendapatkan cumlaude. Intinya Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya yang melebihi batas kemampuan hambanya,” kata ustad Juhada.

Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Memasuki acara inti suasana pergantian tahun nampak kontras dengan susasana di sekitar Rujab Gubernur. Menjelang pergantian tahun, langit di sekitar Rujab tampak indah dengan letusan kembang api. Meski demikian, suasana tersebut tak mengganggu kekhusyukan peserta zikir akbar dan doa bersama di Rujab Gubernur. Lantunan lafaz Allah terus dikumandangkan meski harus beradu kuat dengan suara dentuman kembang api yang terdengar dari luar Rujab Gubernur.

Setelah pelaksanaan zikir dan doa bersama Nur Alam pun memberikan sambutan. Mengawali sambutannya, Nur Alam meluapkan kekecewaannya terhadap jamaah zikir akbar dan doa bersama yang hadir. Ia mengatakan, dibandingkan dengan populasi pegawainya, sangat tidak seimbang dengan yang hadir di acara tersebut. “Secara kasat mata, jamaah yang hadir tidak sampai 200 orang. Sementara jumlah pegawai kita sekitar 7 ribuan orang ditambah dengan 9.000 guru SMU/SMK,” ujar Nur Alam dengan nada kesal.

Ia mengatakan setiap kegiatan yang luput dari pengawasan langsungnya, pasti hasilnya tidak akan maksimal. Mantan Ketua DPW PAN Sultra ini mengatakan, jangan pandai menbuat tema tapi substansi tidak terpenuhi. Saya tidak henti-henti untuk mengingatkan dan memberikan nasihat agar pemanfaatan waktu yang ada itu tidak disia-siakan. “Tugas dan jabatan kita tidak perlu lama, kalau tidak bisa menghasilkan output yang maksimal. Meskipun waktunya singkat tapi dengan kemaslahatan yang banyak itu jauh lebih berarti timbang kita berlama-lama,” tegasnya.

“Tujuh menit lagi kita akan menyongsong tahun baru 2017. MC sudah tidak usah gelisah,” imbuhnya. Nur Alam tak memberi ruang untuk memencet alarm dan semacamnya pertanda pergantian tahun telah berlangsung. Ia lebih memilih untuk kembali mengiatkan bahwa kerja Pemprov Sultra dibawa kepemimpinannya tinggal setahun lagi. Ia meminta dengan waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk bekerja.

Ia juga meminta bawahannya untuk gentlemen mengakui bahwa tidak siap untuk bekerja maksimal dan segera mengajukan permohonan pensiun dini. “Saya tidak ingin kita bersenang-senang dalam kedaan ini. Kebiasaan bekerja lalai dengan fasilitas kita membuat kita tidak bisa memberikan sumbangsi dan produktifitas yang besar. Meski kegiatan ini nonprioritas tapi sejauh mana kesungguhan kita untuk betul-betul bekerja agar memenuhi tanggung jawab dengan baik,” tuturnya.

Gubernur dua priode ini pun mengatakan bahwa kini sudah memasuki tahun 2017. Tak terasa sudah lewat 8 menit, hiruk pikuk sekitar sudah mulai berkurang. Dirinya sekali lagi meminta untuk saling berempati satu dengan yang lain, termasuk dalam mengerjakan tugas. “Tahun itu tidak ada yang baru dan tidak ada tahun tua. Terpenting itu adalah semangat baru karena tahun ini adalah tahun terakhir saya menjadi gubernur. Tahun ini juga menjadi tahap finishing terhadap seluruh program pembangunan yang belum selesai di tahun sebelumnya. Mari sama-sama kita keroyok agar selesai dengan cepat dan baik,” pungkasnya.

Acara zikir akbar dan doa bersama itu pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Sultra, KH Mursyidin dilanjutkan lantunan lagu Islami oleh juara bintang radio dan televisi tingkat Asean tahun 2016. Sebelumnya, juga ada hiburan tarian dengan irama padang pasir. (yog/b)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top