Polda Selamatkan Rp 3,304 M Uang Negara – FAJAR Sultra
News

Polda Selamatkan Rp 3,304 M Uang Negara

KENDARI – Kurun waktu setahun, Direktorat Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kepolisian Daerah Sulawesi tenggara dan jajaran, berhasil menyelamatkan uang negara Rp 3.304.422.228 miliar dari ulah nakal para koruptor. Jumlah ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2015, dimana kerugian negera yang terselamatkan Rp 7.127.231.112 miliar.

Kapolda Sultra didampingi Wakapolda, Irwasda dan sejumlah pejabat utama saat jumpa pers rilis kasus akhir tahun 2016 di hadapan awak media.

Kerugian Negara tersebut berasal dari 49 perkara sementara dalam proses penyidikan dan perampungan berkas perkara. Dan 26 perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sultra. Jika dipresentasikan kemampuan penyidik dalam menjalankan tugasnya sekitar 53,06 persen.

“Untuk tahun 2015 lalu, kasus yang kita tangani sebanyak 62 perkara. 26 perkara yang sudah diselesaikan. Jadi tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 jumlah kasus korupsi yang ditangani mengalami penurunan,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, saat rilis kasus akhir tahun 2016, Jumat (30/12).

Jenderal Polisi berbintang satu itu berjanji, sejatinya Kepolisian akan berupaya memberikan efek jera terhadap para koruptur. Namun hal ini juga didasarkan hingga dukungan masyarakat Bumi Anoa.

“Kami utamanya penyidik akan berupaya untuk menindak lanjuti kasus korupsi yang belum terselesaikan. Pengungkapan kasus korupsi bukan hanya kerja polisi saja tapi diperlukan bantuan dari masyarakat juga,” ujarnya.

Menutup akhir tahun 2016, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Subdit 3 Dit Krimsus Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Mall Lipo Plaza Kendari.

Dalam OTT dari Tim Saber Pungli tersebut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai RP 86.450.000 sebagai hasil pekerjaan pengadaan Very Small Aperture Terminal (VSAT). Dan menetapkan tersangka Honorer Setda Kabupaten Konawe Utara (Konut)Helmi Topa.

Kasus ini sementara dalam proses penyidikan guna pengumpulan alat bukti mengidentifikasi keterlibatan tersangka lain atau oknum-oknum yang bertanggung jawab terhadap pengadaan Very Small Aperture Terminal (VSAT). (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top