Satpam Dituntut Tingkatkan Solidaritas dan Profesional Kerja – FAJAR Sultra
News

Satpam Dituntut Tingkatkan Solidaritas dan Profesional Kerja

BAWAHANSatpam-Dituntut-Mampuh-Tingkatkan-Soliditas-dan-Profesional-Kerja

KENDARI – Kiprah Satuan Pengamanan (Satpam) memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri memelihara stabilitas kamtibnas modern, pengamanan terhadap diri, keluarga maupun harta benda yang dilakukan oleh tiap-tiap anggota masyarakat yang dikenal dengan pengamanan swakarsa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kendari Dr Ir H Asrun MEng Sc, saat memimpin peringatan hari ulang tahun ke-36 satuan pengamanan (satpam) tahun 2016 bertempat Polres Kendari, Jumat (30/12).

Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jumat (30/12), di Polres Kendari.

Pada HUT Satpam kali ini mengusung tema “kita tingkatkan kompetensi profesi satpam indonesia dengan melalui pelatihan dalam rangka pelaksanaan tugas secara profesional, modern dan terpercaya (promoter) guna menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya”.

Asrun, dalam sambutannya mengungkapkan kerja-kerja Satpam sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara republik indonesia merupakan perwujudan semangat dan komitmen seluruh anggota satuan pengamanan,yang searah dengan salah satu program prioritas kapolri dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,melalui penguatan kerjasama sinergis dengan seluruh stakeholders.

“Jadi sesui undang-undang Satpam itu harus mendukung upaya polri untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Asrun.

Asrun saat membacakan amanat Kapolri mengungkapkan diera perkembangan perekonomian nasional saat ini, Satpam harus bisa memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam terwujudnya Kamtibmas itu sendiri.

Selain itu, Jaminan perlindungan dan kepastian hukum menjadi salah satu hal yang dominan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di negara kita, hal itu sebagai konsekwensilogis dari kebijakan ekonomi pemerintah di area perdagangan bebas yang membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di berbagai bidang usaha dan industri di indonesia.

Dengan adanya MEA merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab oleh kepolisian negara republik indonesia dan semua pengemban fungsi kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat khususnya upayadalam memberikan jaminan rasa aman bagi investor untuk menanamkan modalnya didalam negeri.

“Dalam upaya tersebut, polri tentunya tidak dapat berjalan sendiri, hal ini menyangkut dinamika lingkungan strategis yang semakin berkembang seiring dengan,” ucapnya.

Dikatakannya, satpam harus meningkatkan pengetahuan, kompetensi, kemampuan dan keterampilan guna menunjang tugas pelaksanaan di lapangan, seiring perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi saat ini.

Kinerja Satpam sebagai pelaku industrial security ,merupakan bentuk pengamananswakarsa yang membantu polri sebagai mitra kepanjangan tangan polri dalammelaksanakan tugas dan fungsi kepolisian sebagai dasar legalitasnya hal ini secara tegas tertuang dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002 pasal 3 ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengemban fungsi kepolisian adalah kepolisian negara republik indonesia yang di bantu oleh Kepolisian khusus; Penyidik pegawai negeri sipil; dan Bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.

Lebih lanjut disebutkannya, berdasarkan pasal 14 ayat (1) huruf f, polri dalam melaksanakan tugas pokoknya, melakukan koordinasi, pengawasan dan pembinaan teknis terhadap polsus, ppns dan bentuk – bentuk pengamanan swakarsa. Adapun pada

Artinya bentuk-bentuk pengamanan swakarsa yang dimaksudkan di sini merupakan suatu bentuk pengamanan yang di adakan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari kepolisian negara republik indonesia seperti satuan pengamanan lingkungan dan badan usaha di bidang jasa pengamanan.

Sejatinya, satpam yang melaksanakan tugas pengamanan swakarsa merupakan mitra sejajar polri yang di beri kewenangan kepolisian terbatas dilingkungannya , mempunyai posisi strategis dalam membantu pelaksanaan tugas polri, khususnya dalam penerapan industrial security di indonesia.

“Jadi mekanisme kemitraan antara satpam dengan polri dalam industrial security merupakan hubungan fungsional, yang harus selalu diwujudkan di dalam forum-forum kemitraan polri dengan komunitas sekuriti yang berorientasi pemecahan masalah di bidang pengamanan meliputi tiga komponen penyangga sebagai pilar utama, yaitu sistem dan metode pengamanan, sistem peralatan pengamanan dan standar kompetensi personel pengamanan,” ungkapnya.

Di Hut Satpam Asrun kembali berpesan kepada Satpam agar menjaga kedisiplinan dan dedikasi kerja sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas,dalam penyelenggaraan pengamanan swakarsa. Satpam juga harus memiliki wawasan dan pengetahuan,serta kompetensi dan kemampuan guna menunjang pelaksanaan tugasdi lapangan.

Selain itu Asrun mengimbau agar Satpam meningkatkan kewaspadaan, siap menhadapi segala gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi di tempat saudara bertugas.

“Utamakan tindakan preentif,serta lakukan tindakan penegakkan hukum terbatas secara proporsional apabila di lakukan dan Lakukan koordinasi secara intensif dengan petugas kepolisian di wilayah saudara bertugas,guna mengantisipasi berkembangnya gangguan kamtibmas,” tutupnya. (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top