KPU Konsel Masih Dijabat Tersangka – Hacked by TryDee
News

KPU Konsel Masih Dijabat Tersangka

KENDARI – Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sampai saat ini belum dinonaktifkan. Padahal, dua dari Lima Komisioner KPU atas nama Aswan SPd dan Nuzul Qadri SS, telah ditahan oleh penyidik Kejaksanaan Negeri Andoolo.

Sebelumnya, kedua orang tersebut terlibat dalam perkara dugaan korupsi sewa mobil operasional anggota KPU Konawe Selatan di kegiatan Pilkda Konsel 2015. Bersama tiga tersangka lainnya juga komisioner masing-masing jabal Nur, Sutamin Rembasa, dan Yusran.

Belum tergantikannya lima orang ini sebagai Komisioner kata Ketua KPU Provinsi Sultra Hidayatulah, ditengarai status mereka sementara tersangka pada kasus fiktif tersebut. Akan tetetapi jika sudah ditetapkan sebagai terdakwa, KPU Provinsi akan memberhentikan sementara dan mengambil alih KPU Konsel.

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 15 tahun 2011 ada namanya asas praduga tak bersalah .

“KPU Provinsi masih menggunakan asas praduga tak bersalah. Jika kelima komisioner ini sudah pada posisi terdakwa kita akan non aktifkan sementara. Jadi saat ini belum ada PAW (penganti antar waktu),” kata Hidayatullah.

“Karena masih praduka tak bersalah siapa tau mereka bebas. Kalau bebas maka akan dipulihkan. Tapi, kalau keputusan pengadilan sudah ingkrah mereka dinayatakan terlibat, kita akan berhentikan secara total,” lanjut Dayat.

Sejatinya, permasalahan yang dialami KPU Konsel saat ini dapat dijadikan pembelajaran bagi Anggota KPU lainnya yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah di tujuh kabupaten Kota tahun 2017.

Semestinya ungkap Dayat, tugas daripada komisioner KPU yakni tidak mengelolah anggaran melainkan mereka sebagai pengambil kebijakan dalam menggunakan anggaran.

“Tugas komisioner itu tidak mengelola anggaran, tapi menggunakan anggaran. Penggunaannya difasilitas oleh Penata Usahaan oleh Sekretariat. Jadi jangan sekali-kali menyentuh dan mengelola keuangan tidak sesui dengan ketentuan,” pesan Dayat.

Seperti yang terjadi terhadap penyelenggara KPU Konsel, ada kelalian dari para Komisioner sehingga penegak hukum menemukan anggaran fiktif. Atas dasar itu, Dayat meminta kepada lima orang ini agar mempertanggungjawabkan perbuatannya sebaik-baiknya.

Dayat kembali mengingatkan tugas Anggota KPU tidak hanya menjalankan mandat melayani pemilih, melainkan dapat menjalankan mandatnya mengelola anggaran Pilkada yang berasal dari APBD secara provesional dan transparansi publik. “Itu yang harus dipikirkan KPU sekarang,” Cibir Dayat. (p2/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top