Mahasiswa Bidik Misi Didata Ulang – Fajar Sultra
News

Mahasiswa Bidik Misi Didata Ulang

KENDARI – Sekira ratusan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dari berbagai angkatan memadati tempat registrasi pendataan ulang penerima beasiswa bidik misi di gedung asrama putra Ibnu Sina.

Sejumlah mahasiswa penerima bidik misi saat melakukan registrasi pendataan ulang di Gedung Ibnu Sina UHO, baru-baru ini.

Registrasi dilakukan oleh pihak pengelola bidik misi bertujuan untuk memastikan apakah mahasiswa tersebut masih aktif atau sudah keluar dari daftar penerima beasiswa bidik misi.

Saat ini terhitung sekira 8,002 mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa bidik misi di UHO. Mulai dari angkatan 2013, 2014, 2015 hingga 2016.

Kepala Pengelola Bidik Misi UHO Muamal Gadafi, mengatakan selain pendataan kembali, pendataan tersebut juga bertujuan untuk mencegah kecurangan yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang sudah keluar untuk memanfaatkan uang yang masuk ke rekeningnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendata kembali apakah mahasiswa tersebut masih aktif ataukah sudah keluar. Bila ada yang sudah tidak aktif, segera kami mencari pengantinya, dengan cara menyampaikan kepada Wakil Dekan bidang kemahasiswaan pada setiap fakultas untuk menyodorkan mahasiswanya yang dianggap berprestasi dan kurang mampu,” katanya, baru-baru ini.

Katanya, tidak perlu selektif untuk mencarinya. Cukup melihat IPK dan latar belakangnya saja. Bila IPK diatas 3,0 dan secara ekonomi tidak mampu maka akan dimasukkan sebagai penerima beasiswa bidik misi.

Saat ini UHO merupakan universitas dengan jumlah penerima bidik misi terbanyak se-Indonesia, dengan rata-rata 2.500 per tahunnya. Perekrutannya harus sesuai dengan panduan Dikti yaitu mahasiswa yang berprestasi baik dari akademik ataupun dari seni dan yang paling utama adalah mahasiswa yang kurang mampu atau berekonomi lemah.

Namun, semua ada koensekuinsinya. Bila IPK-nya dibawah 2,75 dan tidak sanggup untuk memperbaikinya, maka mahasiswa tersebut harus diganti.
“Karena secara Intensif setiap semester kami selalu melaporkan perkembangan IPK setiap mahasiswa ke Dikti,” ungkapnya.

Kemudian selain IPK, lanjut dia, banyak hal yang membuat mahasiswa tersebut bisa dikeluarkan dari bidik misi, seperti terlibat tindak pidana, mencuri, miras, narkoba, berjudi, tindakan asusila dan lainnya, maka kami akan langsung keluarkan.

Di lain sisi juga, setelah dilakukan verifikasi data dilapangan, ternyata banyak mahasiswa secara ekonomi mampu tetapi masuk menjadi penerima bidik misi dengan cara memalsukan data.

Salah satu upaya yang dilakukan pengelola untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan salah satu cara yaitu, melakukan pendidikan karakter, pendidikan karakter akan dibawakan oleh pembina bidik misi yang ditempatkan pada setiap asrama dan dilakukan setiap minggu.

Untuk itu, pihaknya berharap mahasiswa penerima beasiswa bidik misi bisa memanfaatkan apa yang telah didapatkan dengan berkuliah sungguh-sungguh sehingga bisa mencapai sukses.

“Kemudian saya berharap mahasiswa bidik misi bisa mengharumkan UHO dan juga Sultra. Anak-anak telah kami siapkan untuk menjadi pemimpin bangsa, semoga di antara mereka bisa berkompetisi secara nasional maupun internasional,” pungkas Muamal. (*/b)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top